
Ilustrasi
JawaPos.com – Polda Kalimantan Barat (Kalbar) dan Polres Cirebon Kota menangkap dua pelaku pereddaran narkoba. Yakni pria inisial HS dan oknum anggota Polres Cirebon Aiptu CR. Keduanya diciduk petugas setelah menerima sebuah paket dari Kalbar yang masuk Cirebon melalui salah satu kantor jasa pengiriman barang.
Paket tersebut berisi 3.000 butir narkotika jenis Happy Five dan 4,2 ons sabu-sabu. Data yang dihimpun Radar Cirebon (Jawa Pos Group), HS itu sudah lama diintai polisi. Termasuk saat HS mengambil kiriman dari kantor jasa pengiriman barang yang beralamat di Jl Raya Sudirman, Penggung, Kota Cirebon, Rabu (1/2).
HS tak sadar sudah dibuntuti polisi. Begitu keluar dari kantor jasa pengiriman barang sekitar pukul 18.30 WIB, warga Kelurahan Pekiringan, Kota Cirebon, itu langsung disergap. Paket yang dipantau sejak dari Kalimantan Barat itu rupanya dikemas rapi dan diberi catatan sebagai paket yang berisi celana jeans, itu dilakukan untuk mengelabui petugas.
Tapi paket ini terdeteksi setelah proses delivery control yang dilakukan petugas kantor jasa pengiriman barang. Petugas yang curiga, langsung melapor ke polisi. Nah, dari laporan itu, pengintaian pun dilakukan hingga paket itu sampai di Cirebon.
Saat paket dibuka, ternyata memang ada celana jeans. Tapi saat periksa, dari dalam kantong dua celana jeans tersebut polisi menemukan empat bungkus besar kristal bening yang kemudian diketahui sabu-sabu seberat 4,2 ons dan 3 ribu butir pil dengan bungkus merah yang diketahui adalah pil Happy Five.
HS diduga bekerja sama dengan Aiptu Cr. Selain keduanya yang diamankan, polisi juga mengamankan sebuah mobil Kijang Innova nopol E 1878 BT. Setelah mengamankan HS dan Aiptu Cr, polisi melakukan pengembangan dengan mengejar pelaku lainnya. Ada orang lain berinisial BR yang masih diburu.
BR ini bersama HS saat mengecek paket di kantor jasa pengiriman barang di Penggung. Saat penangkapan, BR lolos. Tak hanya itu, masih ada nama lain yang diburu berinisial AN. AN ini yang disebut sebagai pemilik barang tersebut. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Drs Yusri Yunus saat dikonfirmasi mengatakan, tim gabungan masih melakukan pengembangan. “Masih kita lakukan pengejaran. Sabar, nanti kalau sudah lengkap pasti diekspose ke publik,” singkatnya.
Kapolres Cirebon AKBP Risto Samodra mengakui anak buahnya ditangkap karena kasus narkoba. Risto mengaku tak akan menutupi kasusnya. Dia juga mengakui proses penangkapan dilakukan polisi dari Kalimantan Barat dan Polres Cirebon Kota. “Tidak akan kita tutup-tutupi (kasusnya, red),” tegas Risto saat berkunjung ke Radar Cirebon, kemarin.
Sementara itu, perwakilan kantor jasa pengiriman barang di Penggung enggan berkomentar. Dari mulai sekuriti hingga kepala kantor mengatakan tidak bisa memberikan informasi karena harus menunggu izin pusat.
“Maaf, saya tidak berani karena belum ada perintah ataupun izin dari pusat,” ujar kepala kantor jasa pengiriman barang tersebut saat ditemui Radar Cirebon. (dri/yuz/JPG)

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
