Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Januari 2017 | 17.50 WIB

Warga Pasuruan: Kami Lelah dengan Banjir

BASAH: Warga berupaya menyelamatkan pengendara motor yang jatuh akibat terseret arus banjir saat melintas di jalan pantura, Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton,Pasuruan Rabu dini hari (25/1). - Image

BASAH: Warga berupaya menyelamatkan pengendara motor yang jatuh akibat terseret arus banjir saat melintas di jalan pantura, Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton,Pasuruan Rabu dini hari (25/1).


JawaPos.com- Wilayah Pasuruan kembali tergenang banjir Selasa malam (24/1). Seperti biasa, banjir terparah kembali terjadi di sekitar Sungai Welang di perbatasan Kota dan Kabupaten Pasuruan. Banjir pun kembali menyengsarakan warga yang terdampak serta mengganggu arus lalu lintas di jalan raya Kraton.



Betapa tidak, banjir kembali merendam ribuan rumah di sekitar Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, serta ratusan rumah di Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Sementara itu, di jalan raya, para pengemudi yang terjebak banjir hanya bisa menunggu sampai air di jalan raya Kraton surut.



Dari pantauan koran ini, banjir mulai memasuki jalur pantura sekitar pukul 21.30. Jalan raya benar-benar ditutup dan dialihkan sejak pukul 22.00. Para pengendara yang terjebak banjir hanya bisa pasrah menunggu air surut. ”Sudah dua kali saya terjebak banjir Kraton. Capek juga karena harus menunggu sampai pagi,” terang Mat Ali, sopir truk ekspedisi asal Banyuwangi.



Malam itu dia hendak mengantar barang menuju Surabaya. Dia biasa mengantar saat malam. Semenjak musim hujan, dia selalu waswas dengan banjir di Kraton. Sebab, perjalanannya jadi molor. Memutar pun juga akan memakan waktu karena biasanya macet.



Selain Mat Ali, ada sejumlah pengendara mobil yang bertahan. Tak sedikit pula yang nekat menerobos banjir. Misalnya, pengendara motor. Seperti biasa, banyak mesin motor yang mati. Namun, ada pula yang memanfaatkan jasa gerobak untuk menyeberangi genangan air agar bisa segera melanjutkan perjalanan.



Nah, mereka yang nekat menerobos genangan harus berjibaku dengan kencangnya arus. Tepatnya di depan Dusun Gayam, Desa Tambakrejo. Di sana, ada beberapa pengendara yang sampai terjatuh karena kerasnya arus air. Bisa dipastikan, motor mereka yang terjatuh langsung mogok dan sulit dinyalakan.



”Saya ini mau pulang ke Mojokerto. Waktu nerabas genangan, saya pikir motor kuat. Ternyata tidak,” kata Hasan, salah seorang pengendara motor yang nekat menyeberang. Baju dan tas Hasan basah kuyup. Dia pun semakin senyum kusut lantaran smartphone yang dikantonginya tak menyala akibat terendam air.



Kira-kira, jalur pantura di Kraton lumpuh selama delapan jam. Kemacetan pun cukup panjang. Dari arah Bangil, kendaraan mulai mengular dari Blawi. Jalur baru dibuka sekitar pukul 06.00 kemarin. Untuk meminimalkan kemacetan, jalan yang baru diperbaiki di Soekarno-Hatta Kota Pasuruan akhirnya dibuka untuk dua arah. (fun/c21/end)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore