
Foto Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menghiasai ruangan kelas salah satu SMA di Kota Subang. Namun demikian, kedua foto tersebut hanya berlatang belakang bendera merah, bukan merah putih.
JawaPos.com - Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Subang membahas sejumlah permasalahan pendidikan, Selasa (24/1). Antara lain, soal laporan adanya buku mata pelajaran Bahasa Inggris yang berbau komunis. Masalah lain yang mencuat adalah foto latarbelakang presiden dan wakil presiden di kelas.
Dalam musyawarah itu sejumlah pihak mempertanyakan foto presiden dan wakil presiden RI yang berlatarbelakang bendera berwarna merah. Sedangkan warna putihnya tidak tampak di dalam foto tersebut. Namun, permasalahaan tersebut masih mereka bicarakan.
Berdasarkan pantaun Pasundan Ekspres (Jawa Pos Group), foto tersebut ditemukan di sejumlah sekolah. Termasuk kantor dinas juga ditemukan foto serupa. Sejumlah pihak belum bisa dimintai keterangan soal tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua MKKS SMA Kabupaten Subang Edi Sugandi menanggapi ditemukannya lambang palu arit di buku mata pelajaran Bahasa Inggris kisi-kisi Ujian Nasional SMA di salah satu sekolah di Ciamis. Buku tersebut berjudul New Mentor.
"Ke MKKS belum menerima laporan bahwa di Subang ada temuan itu. Tapi kami yakin buku itu tidak menyebar di sekolah-sekolah di Subang," kata Edi dihubungi kemarin.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan sekolah-sekolah untuk memastikan buku tersebut tidak beredar di Subang. Dengan situasi politik saat ini yang memanas jangan sampai pendidikan menjadi korbannya. "Pendidikan harus bersih dari kepentingan-kepentingan politik yang dapat merugikan siswa," ujarnya.
Pihaknya mengimbau agar sekolah lebih selektif dalam memilih buku pelajaran. Selain itu, dia berharap mata pelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah-sekolah dipertegas lagi.
"Kalau dulu pendidikan Pancasila itu dikhususkan, sekarang masuk dalam pendidikan kewarganegaraan. Saya berharap pendidikan Pancasila diperkuat lagi di sekolah-sekolah," ujarnya.
Terpisah, guru mata pelajaran Bahasa Inggris yang juga Kepala SMAN 1 Cipeundeuy, Rika Rachmita Sujatma menuturkan, kurangnya kontrol dari guru dalam memilih bahan pelajaran akan berujung pada kejadian seperti di sekolah di Ciamis.
Sebab, dalam kisi-kisi UN SMA tidak ditemukan muatan-muatan yang mengarah pada komunis. "Guru harus selektif dalam memilih bahan ajar. Baik buku teks maupun non teks guru harus selektif," katanya.
Memilih bahan ajar yang tepat merupakan bagian dari kompetensi pedagogik dan professional guru. Termasuk dalam memilih buku Lembar Kerja Siswa (LKS) yang banyak dipakai guru dalam proses pembelajaran sebagai buku sumber yang kerap kali dari segi konten dan cara distribusi bermasalah.
"LKS seharusnya adalah pelengkap untuk latihan bukan buku utama," ujarnya. Kaitannya dengan isu-isu komunis yang begitu hangat diperbincangkan sekolah harus bebas dari politik, baik itu berpolitik atau menjadi alat politik. (ysp/din/yuz/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022