
Ilistrasi
JawaPos.com - Keceriaan umat Hindu saat menjalankan Prosesi banyu pinaruh di Pantai Goa Lawah, Pesinggahan, Dawan, Klungkung, Bali, kemarin (22/1), mendadak sirna. Betapa tidak, empat anak baru gede (ABG) terseret ombak saat melukat di bibir pantai. Tiga ABG berhasil diselamatkan, sementara satunya lagi dilaporkan meninggal dunia.
Menurut informasi, saat kejadian Pantai Goa Lawah ramai oleh para pemedek. Sejak fajar menyingsing, mereka berbondong-bondong mandi di pantai. Salah satu di antaranya adalah korban meninggal Kadek Ariana, 17, warga Banjar Pangi, Desa Pesinggahan.
Sebelum kejadian, korban datang ke lokasi kejadian bersama delapan orang temannya. Tiba di pantai, pelajar kelas XI SMKN Manggis ini langsung menceburkan diri ke laut. Saat itu dia menggunakan kaos singlet warna putih dan celana boxer warna hitam.
Tapi apes tiba-tiba datang ombak besar menyapu para pemedek. Empat ABG spontan terseret arus. Pemedek lain yang mengetahui kejadian tersebut segera memberi respons.
Mereka berusaha memberi pertolongan. Tiga orang berhasil diselamatkan. Tapi, tidak dengan Kadek Ariana. Pasalnya, saat ditemukan korban dalam keadaan sudah meninggal dunia.
“Tiga korban selamat segera dilarikan ke RS Klungkung menggunakan mobil milik Polsek Dawan. Dari mulut mereka keluar busa tanda kebanyakan minum air laut,” ujar warga di TKP.
Di lain sisi, teman korban, Putu Budiasa, 18, asal Banjar Pakel, Gegelang, Manggis, mengaku sempat berusaha menolong korban. Dua korban berhasil dia selamatkan, yakni Kadek Eka Jaya, 18, asal Gegelang, Manggis, dan Gede Sariawan, 18, asal Pesinggahan, Dawan. “Tapi, tidak dengan Ariana. Tubuhnya telanjur terseret arus,” katanya.
Yang dramatis, sebelum ditelan ombak Selat Badung, korban sempat menolong temannya yang teriak minta tolong. Namun, setelah pertolongan diberikan dan temannya selamat, korban justru digulung ombak. Upaya warga menyelamatkan korban gagal.
Untuk mencari korban, BPBD Klungkung akhirnya turun tangan. Dengan menggunakan rubber boat, BPBD melakukan pencarian. Tepat pukul 08.00 Wita, korban berhasil ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Musibah ini membuat orang tua korban shock.
Ibu korban, Ni Nyoman Kartini, 35, dan ayahnya, Wayan Wenten, tampak terpukul dengan kematian putranya. “Kondisi cuaca belakangan ini memang tidak menentu. Gelombang bisa landai, tapi tiba-tiba besar. Jadi, harus lebih waspada,” ujar Kepala BPBD Klungkung Putu Widiada. (tra/mus/fab/JPG)

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
