Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Januari 2017 | 01.57 WIB

Pohon Kurma Ternyata Bisa Tumbuh dan Berbuah di Jember

BERBUAH: Pohon kurma yang tumbuh di halaman rumah salah seorang warga Jember. - Image

BERBUAH: Pohon kurma yang tumbuh di halaman rumah salah seorang warga Jember.


JawaPos.com- Lazimnya, pohon kurma tumbuh di daerah panas seperti di Timur Tengah. Namun, di Jember ada pohon kurma yang tumbuh subur dan sudah berbuah. Diperlukan waktu lama untuk menunggu buah kurma ini.



”Awalnya bapak saya tidak sengaja menanam. Selepas pulang haji, biji kurma oleh-oleh dari Makkah yang dibuang ternyata tumbuh sendiri,” ujar Yuli Zainatul Hasanah, 38, putri sulung Haji Suripto, pemilik pohon kurma.



Pohon kurma tersebut tumbuh kukuh tepat di samping toko yang ada di pekarangan rumah Suripto di Jalan M.H. Thamrin, Dusun Ajung Kulon, Desa/Kec Ajung, Jember.



Yuli menuturkan, ayahnya pulang dari ibadah haji pada 2007. Di antara banyak biji kurma yang dibuang di sekitar pekarangan rumah, beberapa tumbuh. ”Tapi, yang tumbuh sampai besar cuma satu. Yang lainnya mati, akhirnya kami cabut saja,” tutur Yuli.



Sementara itu, Suripto, pemilik kurma, menuturkan bahwa tidak ada perawatan khusus pada pohon agar bisa tumbuh dan bertahan hingga hampir sepuluh tahun tersebut. ”Rumput disiangi itu juga baru beberapa bulan terakhir. Dikasih pupuk juga baru sekitar empat bulan terakhir,” katanya. Pupuk yang diberikan adalah pupuk jenis ZA, sisa dari sawah milik Suripto.



Sekitar dua bulan yang lalu dia juga menyiram sebotol kecil air zamzam ke pohon kurma tersebut. ”Karena keluarga ada yang umrah, bawa banyak air zamzam,” lanjutnya.



Meski dapat bertahan hingga sepuluh tahun, pohon kurma di rumah Suripto memang tidak tumbuh seoptimal di daerah asalnya. ”Ini pertama berbuah. Sudah muncul sejak tiga atau empat bulan lalu. Tidak banyak, paling cuma 200-an buah,” ungkapnya.



Selain dikonsumsi sendiri, buah kurma dari pohon miliknya dibagikan kepada beberapa kerabat dan teman. ”Kemarin ada teman yang minta. Dia kan belum hamil. Ada sugesti untuk makan kurma. Rasanya sepet,” kata Suripto.



Pohon kurma tak hanya tumbuh di halaman rumah Suripto. Di halaman masjid kampungnya juga ada sebatang pohon. Hanya, pohon kurma tersebut kecil. Tampaknya, pohon itu tak sesubur yang ada di rumah Suripto. ”Ada yang nawar Rp 500 ribu. Nggak saya kasih. Akan saya pelihara terus karena ini langka di Jember,” jelasnya. (mg/hdi/c10/end)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore