Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Januari 2017 | 04.59 WIB

Kali Lamong Meluap Rumah Warga Tergenang

TERGENANG: Kondisi banjir yang menggenangi rumah warga Dawarblandong, Mojokerto. - Image

TERGENANG: Kondisi banjir yang menggenangi rumah warga Dawarblandong, Mojokerto.


JawaPos.com- Bencana seolah tak henti-hentinya menghantui kawasan Mojokerto dan sekitarnya. Setelah longsor dan banjir terus-menerus mendera kawasan selatan Mojokerto sepekan lalu, bencana ternyata kembali mengancam warga di kawasan utara. Tepatnya di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.



Tak kurang dari enam rumah di Dusun Klanting, Desa Pulorejo, dan 23 rumah di Dusun Balong, Desa Banyulegi, harus berhadapan dengan banjir yang mampir ke wilayah tersebut setiap tahun. Air Sungai Lamong yang meluap tak mampu dibendung sehingga merendam kawasan Mojokerto paling utara itu.



Kondisi tersebut sungguh menyengsarakan warga sekitar. Aktivitas mereka menjadi terganggu. Pembuatan tanggul dan normalisasi sungai sebagai solusi yang dijanjikan Pemkab Mojokerto dan Pemprov Jawa Timur dua tahun silam pun tak kunjung terealisasi.



Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, luapan air mulai muncul pada Minggu (15/1) pukul 01.00. Saat itu air sudah meluber ke persawahan warga yang berada di utara permukiman, tepatnya di bantaran Sungai Lamong.



Sekitar pukul 04.00 air berangsur-angsur memasuki permukiman hingga mencapai ketinggian 70 sentimeter. ”Tadi malam saatsaya lihat dengan senter (lampu, Red), airnya sudah sampai sawah. Dari situ, warga sudah paham kalau air pasti akan naik. Ternyata benar,’’ kata Marzuki, ketua RT di Dusun Balong.



Dia menjelaskan, banjir selalu rutin menggenangi permukimannya setiap tahun. Terutama saat musim hujan tiba. Tak kurang dari 5–7 kali setiap bulan atau sejak November–Februari, sungai selalu pasang dan menggenangi rumah warga. Kondisi seperti itu sudah disadari warga. Jadi, mereka tak terlalu kaget saat air datang. Bahkan, mereka sudah hafal bagaimana cara mengevakuasi diri dan harta bendanya.



’’Kalau setahun sihnggak bisa dihitung. Mungkin sebulan bisa 7 kali air meluap,’’ terangnya. Marzuki mengaku sudah tidak bisa menghindari luapan air selain menyelamatkan diri. Sebab, Kali Lamong yang mengalir dari Jombang hingga Surabaya tersebut tak memiliki tanggul sebagai penahan arus air.



Menurut dia, satu-satunya jalan untuk mengatasi banjir di dusunnya adalah normalisasi dan pembangunan tanggul. ’’BPBD sebenarnya sempat bilang dua tahun lalu, tapi tak ada realisasi,’’ imbuhnya. (far/ris/c5/end)




Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore