
DIRELOKASI: Bangunan rumah di kawasan Pantai Boom segera dirobohkan karena akan dibangun megaproyek Marina Boom.
JawaPos.com- Sehari setelah menerima somasi pertama berisi pengosongan lahan dari PT Pelindo, warga RT 01, RW 01, yang tinggal di kawasan Pantai Boom, Banyuwangi, langsung bergolak. Mereka berharap Pelindo merelokasi tidak terlalu jauh dari Pantai Boom.
Selain Pelindo, harapan warga digantungkan kepada wakil rakyat di DPRD Banyuwangi. Tentang masalah itu, warga berupaya meminta kesempatan untuk melakukan dengar pendapat (hearing) kepada DPRD.
”Masyarakat membebankan masalah relokasi tersebut kepada anggota DPRD. Mereka berharap bisa direlokasi tidak jauh dari Pantai Boom,” ujar Ketua RT 01, RW 01, Lingkungan Krajan, Kelurahan Kampung Mandar, Saknan.
Keberatan warga itu disampaikan saat sejumlah anggota DPRD Banyuwangi datang ke Pantai Boom kemarin. Setelah berdialog dengan wakil rakyat, warga membentangkan spanduk merah dan putih. Dalam spanduk tersebut tertulis, ”Warga Pantai Boom Menolak Penggusuran oleh Pelindo.”
”Terus terang, kami keberatan kalau dipaksa mengosongkan lahan. Keputusan PT PPI (Pelindo Properti Indonesia, Red) tergesa-gesa dan sepihak karena belum 100 persen mendapat persetujuan warga sekitar,” tutur Saknan yang mengaku menempati lahan Pantai Boom sejak 1988.
Selain itu, lanjut dia, masih ada beberapa permasalahan. Salah satunya, ada beberapa warga yang dulu membeli bangunan rumah dari pensiunan Pelindo. Karena itu, mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk melakukan pemindahan.
”Kami ajukan surat kepada DPRD sejak 29 November. Kami tidak neko-neko. Kami hanya minta direlokasi dekat sini (Pantai Boom),” pinta Saknan dengan dibenarkan warga lain.
Pria yang membuka usaha warung di Pantai Boom tersebut menambahkan, warga saat ini hendak menagih janji Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Sebab, saat peresmian Marina, Anas pernah berjanji tidak merelokasi warga Pantai Boom. Melainkan hanya menata warga agar bisa menyesuaikan dengan pembangunan Marina Pantai Boom.
”Warga tidak akan menolak. Kami bisa apa kalau memang mau digusur. Rumah saya siap jadi yang pertama. Kami hanya mau nagih janji bupati yang katanya tidak merelokasi. Kalau dari hukum, mungkin kami kalah. Tapi, tolong kami dimanusiakan. Jangan membuat keputusan sepihak,” tandasnya.
Plt Lurah Mandar Sigit Budi menuturkan, dirinya sudah berkomunikasi dengan Kades Ketapang Slamet Kasiyono. Jawabannya sementara masih sama. Yakni, menolak dan meminta adanya pembicaraan terlebih dulu antarcamat sebelum direlokasi. (fre/aif/c16/diq)

Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Kirim Pulang Tuan Rumah
Kontroversial! Wasit Inggris Anthony Taylor Pimpin Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026, Rekam Jejak Jadi Sorotan
Daftar 32 Negara Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dirilis Iran, Indonesia Tak Masuk, Warganet Bertanya-tanya
Arogan Tonjok Pengendara di Jalan Jagakarsa, 'Bang Jago' Tak Berdaya Ditangkap di Rumahnya
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Bungkam Tuan Rumah
