
Ilustrasi
JawaPos.com – Kasi Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Ketenaga Kerjaan, Sosial, dan Transmigrasi (Disnakersostrans) Kota Bogor, Wartini menyatakan, Kota Bogor termasuk yang sedikit mengirimkan tenaga Indonesia (TKI) kerja ke negara asing. Padahal, Jawa Barat termasuk provinsi yang paling banyak menyumbang TKI.
“Kebanyakan yang berangkat perempuan dan motivasi mereka, rata-rata menjadi pembantu rumah tangga (PRT). Ya untuk menambah penghasilan di negara orang,” jelasnya pada Radar Bogor.
Dia mengatakan, pihaknya cukup kesulitan dalam mendeteksi antara TKI yang formal dan informal. “Ada kebijakan dari Imigrasi, bahwa setiap yang mau mengajukan paspor ke luar negeri harus ada rekomendasi dari dinas setempat, sejak itu baru bisa terdata dengan rapi. Pun dengan mereka yang bekerja secara mandiri,” paparnya.
Sebelum adanya kebijakan tersebut, kata dia, terkadang TKI yang berangkat tak terpantau. Namun, positifnya kebijakan tersebut bisa untuk keamanan.
Menurunya, jika dibandingkan maka pekerja informal lebih banyak. Hal tersebut, terjadi saat dilihat dari status pendidikan terakhirnya, dari segi gaji apakah sudah ada standar di Indonesia.
“Tapi, jika mereka diluar negeri ada perjanjian kerja disana, mereka butuh kepastian. Sebenarnya, mereka juga ragu-ragu untuk meninggalkan keluarga, inilah gambaran yang didapat untuk yang berpendidikan rendah,” bebernya.
Ia menambahkan, Permenakertrans Nomor 2 tahun 2015 tentang perlindungan pekerja rumah tangga juga belum sempurna. Hal itu, yang menjadi protes keras beberapa pihak soal ketenagakerjaan. ”Yang namanya peraturan baru harus diuji dan kaji,” sambungnya.
Namun, stigma TKI yang sudah diartikan sebagai PRT menyebabkan tak sedikitnya mereka yang bekerja diluar negeri tidak mau disebut TKI.
Wartini menjelaskan lagi, Malaysia menjadi negara yang paling banyak dikunjungi oleh TKI dari Kota Bogor. “Kenapa Malaysia, karena ada moratorium untuk informal disana, sementara Arab Saudi hanya pra-moratorium,” tutupnya. (dka/yuz/JPG)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
