
Ilustrasi
JawaPos.com BATAM - Satu per satu perusahaan asal Jepang yang selama ini berjaya di Indonesia mulai angkat kaki. Kejayaan produsen asal negeri matahari terbit itu membuat sejumlah ribuan karyawan yang selama ini menggantungkan hidupnya di perusahaan itupun harus mencari tempat lain agar bisa menyambung hidup.
Setelah sebelumnya merek Toshiba, dan Panasonic, kini Sanyo ikut menyusul. Penutupan baru terjadi untuk di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Secara operasional pabrik itu mulai berlangsung sejak Selasa (1/11). Sedangkan tutup secara resmi pabriknya di akhir November ini.
Dengan demikian, karyawan yang sudah tidak perpanjang kontrak dan hubungan kerjanya mulai mengambil surat rekomendasi atau pengalaman kerja.
Dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Rabu (2/11), di PT Sanyo Energy Batam yang berlokasi di Lot 11 Kawasan Industri Batamindo, sejak Selasa (1/11) terlihat beberapa karyawan masih bekerja.
Namun, terlihat juga eks pekerja yang mendatangi perusahaan tersebut untuk mengambil surat pengalaman kerja. "Dengarnya, ia. Tapi aku finish-nya tanggal 25 kemarin (Oktober), ini mau ambil pengalaman kerja saja," kata seorang mantan pekerja asal Sibolga Medan itu.
Selebihnya, di antara mereka memilih untuk tidak banyak berkomentar. "Nggak tahu mas," ucap eks pekerja lain, sembari menghindar.
Sementara itu, pihak perusahaan sejauh ini belum bisa dikonfirmasi. Petugas keamanan setempat Hary Prasetyo mengelak jika perusahaan tersebut tutup. "Kami masih operasi," katanya.
Sebagaimana berita sebelumnya, Manager Admin and General Affair PT Batamindo Investment Cakrawala Tjaw Hioeng menyebut, PT Sanyo Energy Batam tidak akan lagi beroperasi.
Penutupan operasional itu telah disampaikan kepada seluruh karyawan sejak Selasa (1/11). Dia mengatakan kepastian tersebut setelah pihaknya berdiskusi dengan pihak PT Sanyo Energy Batam pekan lalu.
Kepastian tertulis, lanjut dia, pasti akan disampaikan ke pihak kawasan juga Dinas Tenaga Kerja (disnaker) juga Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Menurutnya tutupnya perusahaan tersebut salah satunya adalah pendapatan perusahaan yang sudah tidak mampu lagi menutupi biaya operasional.
"Dari tahun 2010 trennya memang turun terus dan sampai pada titik tertentu tidak tahan lagi," pungkas Tjaw Hioeng. (cr13/she/iil/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
