Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 November 2016 | 19.00 WIB

Sanyo Tutup, Karyawan Ambil Surat Pengalaman Kerja

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com BATAM - Satu per satu perusahaan asal Jepang yang selama ini berjaya di Indonesia mulai angkat kaki. Kejayaan produsen asal negeri matahari terbit itu membuat sejumlah ribuan karyawan yang selama ini menggantungkan hidupnya di perusahaan itupun harus mencari tempat lain agar bisa menyambung hidup.



Setelah sebelumnya merek Toshiba, dan Panasonic, kini Sanyo ikut menyusul. Penutupan baru terjadi untuk di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).



Secara operasional pabrik itu mulai berlangsung sejak Selasa (1/11). Sedangkan tutup secara resmi pabriknya di akhir November ini.



Dengan demikian, karyawan yang sudah tidak perpanjang kontrak dan hubungan kerjanya mulai mengambil surat rekomendasi atau pengalaman kerja.



Dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Rabu (2/11), di PT Sanyo Energy Batam yang berlokasi di Lot 11 Kawasan Industri Batamindo, sejak Selasa (1/11) terlihat beberapa karyawan masih bekerja.



Namun, terlihat juga eks pekerja yang mendatangi perusahaan tersebut untuk mengambil surat pengalaman kerja. "Dengarnya, ia. Tapi aku finish-nya tanggal 25 kemarin (Oktober), ini mau ambil pengalaman kerja saja," kata seorang mantan pekerja asal Sibolga Medan itu.



Selebihnya, di antara mereka memilih untuk tidak banyak berkomentar. "Nggak tahu mas," ucap eks pekerja lain, sembari menghindar.



Sementara itu, pihak perusahaan sejauh ini belum bisa dikonfirmasi. Petugas keamanan setempat Hary Prasetyo mengelak jika perusahaan tersebut tutup. "Kami masih operasi," katanya.



Sebagaimana berita sebelumnya, Manager Admin and General Affair PT Batamindo Investment Cakrawala Tjaw Hioeng menyebut, PT Sanyo Energy Batam tidak akan lagi beroperasi.



Penutupan operasional itu telah disampaikan kepada seluruh karyawan sejak Selasa (1/11). Dia mengatakan kepastian tersebut setelah pihaknya berdiskusi dengan pihak PT Sanyo Energy Batam pekan lalu.



Kepastian tertulis, lanjut dia, pasti akan disampaikan ke pihak kawasan juga Dinas Tenaga Kerja (disnaker) juga Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).



Menurutnya tutupnya perusahaan tersebut salah satunya adalah pendapatan perusahaan yang sudah tidak mampu lagi menutupi biaya operasional.



"Dari tahun 2010 trennya memang turun terus dan sampai pada titik tertentu tidak tahan lagi," pungkas Tjaw Hioeng. (cr13/she/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore