
Dj (tengah), oknum Guru yang membacok Kepala Sekolahnya di Hari Guru Nasional saat diamankan pihak kepolisian.
Jawapos.com PANGKALANKERINCI- Peristiwa pembacokan di Hari Guru Nasional, membuat tersentak banyak pihak. Karena korban dan pelaku, sama-sama seorang Guru. Peristiwa inipun terjadi di lingkungan sekolah dan disaksikan oleh para murid.
Dilansir dari Pekanbaru MX (Jawa Pos Group), peristiwa ini bermula tak lama setelah para Guru dan murid mengikuti upacara peringatan HUT PGRI yang ke-70. Nova Damayanti masuk ke ruangan kerjanya. Rencananya, Kepala Sekolah SMKN 1 Ukui, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan ini hendak memulai aktivitasnya.
Beberapa menit di ruangan, wanita 34 tahun ini dihampiri seorang guru berinisial DJ. Pagi itu, Rabu (25/11) sekitar pukul 11.00 WIB, ia masuk ke ruangan kepala sekolah untuk menanyakan surat keterangan pengangkatan dirinya sebagai PNS.
Terjadi sedikit pembicaraan serius antara Nova dengan guru olahraga tersebut. Lantaran permintaannya tidak dikabulkan, DJ memukul meja pakai batu. Lalu ia bergagas keluar dari ruangan kepala sekolah yang berlokasi di Jalan Lintas Timur, Desa Ukui II, Kecamatan Ukui, Pelalawan itu.
Dalam keadaan emosi, DJ berjalan ke ruangan majelis guru. Ia mengambil sebilah parang di dalam tasnya. Rupaya, ia sudah mempersiapkan senjata tajam tersebut dari rumah.
Entah apa yang merasuki pikirannya, DJ bergegas masuk ke ruangan kepala sekolah. Tanpa banyak bicara, parang yang dibawanya tadi diayunkan ke kepala Nova yang sedang duduk ruang kerjanya.
Tak puas sekali, DJ kembali membacok kepala Nova sebanyak tiga kali. Spontan, Nova yang melihat aksi brutal anak buahnya itu mencoba menangkisnya. Sayang, senjata tajam tersebut melukai tangan kirinya.
Sambil menutup kepala dengan tangannya yang terluka, Nova mencoba lari keluar ruangan untuk meminta pertolongan. Lagi-lagi DJ menyerangnnya. Ia mengayunkan parangnya kaki kanan Nova hingga terluka.
Jeritan Nova membuat guru lain datang. Mereka berusaha memberi pertolongan kepada pimpinannya yang sudah berlumuran darah. Sedangkan DJ langsung melarikan diri dari tempat kejadian.
Melihat kondisi Nova yang mengalami luka parah di kepala, tangan dan kaki, para guru langsung melarikannya ke rumah sakit. Mereka juga menghubungi pihak Polsek Ukui untuk melaporkan peristiwa tersebut.
Tak lama kemudian, Tim Opsnal Polsek Ukui yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Dafrigo Amrizal SH MH datang ke tempat kejadian. Mereka langsung melakukan pengejaran terhadap DJ hingga berhasil ditangkap di Jalan Lintas Timur. Tepatnya tak jauh dari TKP.
Tanpa perlawanan, DJ diamankan ke Mapolsek Ukui bersama barang bukti berupa sebilah parang yang digunakannya membacok Nova. Saat ini ia masih menjalani pemeriksaan lebih lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan sementara, DJ nekat membacok pimpinannya karena sakit hati. Surat keterangan dari kepala sekolah untuk pengajuan PNS dirinya tak kunjung diberikan. Bahkan, sering dimarahi depan guru lain saat menanyakan hal tersebut.
Kapolsek Ukui AKP Amran Kadir saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Kini pihaknya masih memeriksa DJ yang berhasil diamankan tak lama setelah kejadian.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
