Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Oktober 2015 | 19.11 WIB

Air Jamban Selamatkan Korban dari Kebakaran Inul Vizta, Ini Kisahnya

Evakuasi salah satu pengunjung Inul Vizta karaoke Manado, Minggu (25/10) dini hari - Image

Evakuasi salah satu pengunjung Inul Vizta karaoke Manado, Minggu (25/10) dini hari

JawaPos.com- Raut wajah Martoyo alias Ateng tampak sedih. Dia harus kehilangan temannya Sukardi, salah satu korban tewas akibat kebakaran Inul Vizta, Minggu (25/10) dini hari kemarin.



Ateng saat ditemui Radar Manado terlihat masih trauma dengan peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya. Beruntung  hari itu belum ajal Ateng, sehingga warga Lingkungan IV, Kelurahan Ketang Baru, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulut masih bisa selamat.



Yang menarik adalah Ateng diselamatkan dari mara bahaya berkat air di jamban ruangan karaoke Inul Vizta. Dengan terpaksa Ateng  mencelupkan kaos dan sedikit meminum air jamban.



“Tinggal itu cara yang terpikir oleh saya,” ujar Ateng di rumah duka Sukardi kepada Radar Manado (Jawa Pos Group), Minggu (25/10).



Ateng pun mau membagi peristiwa yang menelan korban 12  tewas dan 71 luka-luka.



Sabtu malam, kata Ateng dia hanya nongkrong di lorong. Lalu datang Sukardi, teman baiknya yang akhirnya tewas mengajak Ateng jalan-jalan  karaoke ke Inul Vizta. Mereka awalnya pergi berlima, semua laki-laki. Mereka chek in  sekitar pukul 23.00 WITA, mendapat room 349 di lantai III.



Suasana begitu gembira, Ateng, Sukardi dan tiga teman lainnya bergantian membawa tembang kenangan. Sekira sejam, kedua temannya minta izin untuk pulang duluan. Tinggalah Ateng, Sukardi, dan salah satu temannya (yang tak disebutkan namanya).



Sekira pukul 00.30 tiba-tiba listrik padam. Ateng dan Sukardi mengira  ada pemadaman bergilir dan akan berganti ke generator. Sambil menunggu on lagi mereka merokok dan bercengkerama.



Dari luar kedengaran kegaduhan. Suara dan bunyi kaki berlarian menggema di sepanjang lorong. Tapi Ateng belum tahu pasti sumber kegaduhan. Terpikir waktu itu ada perkelahian. Dia pun memutuskan untuk keluar melihat.



Ateng terkejut ketika menyalakan senter dari HP-nya gumpalan asap sangat tebal menyelimuti lorong lantai III. Ateng  memberitahukan Sukardi dan temannya untuk menyelamatkan diri. Dia sudah menduga ada kebakaran.



Ketika keluar ke lorong Ateng dan Sukardi terpisah. Ateng yang kepanasan dan mulai dehidrasi memutuskan masuk ke sebuah WC untuk mencari air. Tapi sayang air habis. Yang tersisa hanya air kotor di dalam jamban. Tanpa pikir panjang dia membuka bajunya dan memasukan ke lubang jamban.



“Saya meremas air untuk diteteskan ke dalam mulut.  Setelah itu membasahi tubuh dengan air jamban itu,” katanya.



Setelah badan cukup basah dan mendapat air, Ateng menyusuri lorong untuk mencari jalan keluar.



Tapi karena gumpalan asap sangat tebal dia mulai merasa sesak nafas dan pusing. Ateng terjatuh saat menuruni tangga. Hidungnya patah terbentur. Kuping kanan terbakar akibat tersengat bara api yang menjalar di dinding.



 Tapi karena bertekat ingin keluar Ateng mencoba merangkak ke lantai dasar. Akhirnya dia sampai di pintu utama dan kembali pingsan.

Editor: Idham
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore