
SIDANG: Winarsih setelah penyelundup dobel l di lapas setelah menjalani sidang vonis kemarin.
JawaPos.com KEDIRI KOTA - Apa jadinya jika wanita yang memiliki paras cantik, body aduhai, tapi harus menekam di dalam sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)?
Situasi itu mungkin yang terjadi kepada Winarsih. Wanita cantik yang masih berumur 23 tahun, asal Jalan Batam Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri akhirnya harus menjalani hari-harinya di dalam Lapas kelas II A di Kota Kediri.
Akibat mencoba menyelundupkan 796 butir dobel L di dalam Lapas kelas II A tersebut ia divonis 1 tahun penjara dengan denda Rp 500 ribu subsider 1 bulan penjara.
“Terdakwa terbukti melanggar pasal 196 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan,” terang Ketua Majelis Hakim Hari Supriyanto dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Kota Kediri siang tadi (12/10).
Putusan tersebut lebih ringan setengah tahun dari tuntutan Jaksa Sigit Artantojati yang menuntutnya selama 1,5 tahun penjara dengan denda sebesar Rp 500 ribu subsider 3 bulan kurungan. Meski lebih ringan, hakim Hari tetap mempertimbangkan beberapa hal yang memberatkan maupun meringankan.
Yang memberatkan, perbuatan Winarsih jelas bertentangan dengan program pemerintah dalam menekan penyalahgunaan obat keras jenis dobel L.
Selain itu, istri dari Sutrisno (30) yang saat ini ditahan karena kasus yang sama jelas tidak memiliki keahlian di bidang kefarmasian dan tidak memiliki hak menyimpan dan menyalahgunakan pil warna putih tersebut.
Sedangkan hal yang meringankan adalah Winarsih bersikap sopan selama proses persidangan dan memiliki tanggungan anak yang masih kecil.
Seperti diberitakan sebelumnya, Winarsih diamankan pada tanggal 11 Juli lalu karena tertangkap basah membawa 796 butir dobel L pesanan suaminya yang sedang mendekam di Lapas Kelas II A Kota Kediri.
Barang bukti berupa 796 butir pil dan dompet yang digunakan untuk menyelundupkan pil disita untuk dimusnahkan. Usai mendengarkan vonis dari majelis hakim, Winarsih menyatakan menerima putusan tersebut.
“Saya terima Yang Mulia,” terang perempuan berkemeja putih tersebut. (c2/dea/JPG)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
