
Ilustrasi
JawaPos.com SIMALUNGUN- Maksud hati berpenampilan sederhana dengan menaiki sepeda saat mengambil uang di bank, ternyata tak mampu mengelabui perampok.
Uang Rp186 juta yang diletakkan korban bernama Suh Apo (45) di keranjang sepedanya digasak dua perampok yang mengendarai sepedamotor metik. Apes banget hidupnya....
Pria keturunan Tionghoa inipun tak bisa berbuat apa-apa saat perampokan terjadi. Karena kedua pelaku mengancamnya dengan senjata tajam.
Informasi dihimpun dari kepolisian, Suh Apo mengambil uang dari salah satu bank swasta di Perdagangan yang merupakan pembayaran hasil penjualan hasil tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari salah satu pabrik kelapa sawit (PKS) di Perdagangan. Diketahui, Suh Apo adalah seorang toke sawit.
Seperti biasanya, Suh Apoh selalu berangkat ke bank menggunakan sepeda. Setelah melakukan transaksi dari bank, Senin (5/10) sekitar pukul 13.40 WIB, Suh Apo meninggalkan bank dan hendak pulang ke rumah di Jalan Sandang Pangan, Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar.
Saat itu dia melintas dari Jalan Diponegoro, Kelurahan Perdagangan I. dan, uang sebesar Rp186 juta itu diletakkannya di keranjang sepedanya yang berada di bagian depan sepeda.
Setibanya di Jalan Diponegoro, dua pria yang mengenderai sepeda motor Neuvo mengikuti Suh Apo dari belakang. Secara perlahan sepeda motor tersebut menyerempet sepeda Suh Apo hingga Suh Apo berhenti di tepi jalan.
Tanpa banyak tanya, satu dari dua pria yang mengendarai sepedamotor itu langsung mengambil uang dari keranjang sepeda milik Suh Apo. Kondisi jalan yang sepi dan berada di bawah ancaman menggunakan senjata tajam (sajam) membuat Suh Apo tak berdaya. Setelah kedua perampok melarikan diri, Suh Apo meminta pertolongan warga sekitar, namun kedua pria itu sudah 'menghilang'.
Terpisah, Kapolres Simalungun AKBP Yofie Girianto Putro SIK yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan, kasus perampokan tersebut sedang ditangani Reskrim Polres Simalungun.
"Dari hasil pengembangan, salah seorang pelaku sudah diketahui identitasnya dan kabarnya melarikan diri ke luar daerah. Pencurian dengan kekerasan itu melanggar pasal 365 KHUPidana dan telah dilaporkan dengan nomor laporan LP/186/X/2015/SU/Simal/Sek-Dagang," jelas mantan Kapolres Nias tersebut, Rabu (7/10).
Kapolres mengatakan, pihaknya masih mendalami kronologis pencurian, termasuk keberadaan korban yang membawa uang dengan menggunakan sepeda. Katanya, modus perampokan ini masih akan didalami. Sebab, timbul pertanyaan mengapa korban nekat naik sepeda membawa uang sebegitu banyak.
Masih kata perwira dengan dua melati emas di pundaknya ini, untuk mengantisipasi gangguan kantibmas dan pekat, Polres Simalungun menjadwalkan patroli sekali seminggu.
Hal ini difokuskan untuk mengantisipasi kerawanan tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) .
"Patroli ini akan difokuskan di wilayah Perdagangan, Serbelawan dan Bangun, dengan melibatkan personel dari polsek-polsek," ungkapnya. (rah/ara/JPG)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
