
Rampok spesialis nasabah bank diringkus
JawaPos.com - Satu lagi, residivis perampok nasabah bank dicokok.
Tersangka M Sidik (35), yang buron selama dua bulan akhirnya dibekuk aparat Polsek Metro Cengkareng. Pria ini menyusul dua kawannya, Roby Hariyanto (34) dan Fery Hariyanto (30) yang lebih dulu dijebloskan Polres Metro Jakarta Barat ke sel tahanan.
Kawanan rampok bersenjata api ini dibekuk setelah menggasak uang nasabah bank sebesar Rp 20 juta di bilangan Cengkareng, Jakarta Barat. Roby dan Fery dihadiahi timah panas lantaran melawan petugas. Satu tersangka lainnya bernama Agung (40) saat ini masih dalam pengejaran.
Kanit Reskrim Polsek Metro Cengkareng, AKP Tosriadi Jamal mengatakan, Siddik tertangkap pada Minggu (3/10). Siddik dibekuk saat berada di rumah istrinya di Jalan Kincir Raya No 23 RT 008/06, Cengkareng, Jakarta Barat.
"Tersangka ini memang sudah kami incar. Setelah kami investigasi, tersangka sesekali pulang ke rumah istrinya yang sedang hamil," ungkap Tos kepada INDOPOS (Jawa Pos Group).
Tos menerangkan, Siddik yang pernah 10 tahun berkelana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Salemba, Cirebon, dan Nusakambangan ini mengakui, setelah beraksi pada 12 Agustus 2015 itu tak berlari jauh.
Ia masih berpindah-pindah tempat dan tinggal di rumah temannya yang di berbagai daerah Jakarta.
"Ngakunya, hasil rampasan Rp 20 juta itu dibagi rata. Masing-masing Rp 4 juta. Sementara, Rp 2 juta digunakan untuk membayar sewa dua senjata api jenis revolver dan FN, sisanya Rp 1 juta dibelikan sabu," pungkas Tos.
Seperti diberitakan, komplotan rampok berdarah dingin ini sudah beraksi sebanyak enam kali. Mereka kerap mengincar nasabah usai mencairkan uang di bank. Rentetan aksi kawanan ini merampok uang senilai 3500 US Dollar di Bandara Soekarno Hatta pada tahun 2002.
Kemudian, pada 2004 di kawasan Kebon Besar, Tangerang, keduanya juga menggasak senilai Rp 50 juta. Lalu di Perumahan Citra Raya, Kalideres, Jakarta Barat juga di tahun 2004 menggasak senilai Rp 50 juta. Hasil rampokan terbesar senilai Rp 400 juta terbesar saat mereka beraksi di Royal Bandengan, Jakarta Utara pada 2005.
Kembali ke kawasan Jakarta Barat di Perumahan Citra 1 Kalideres pada tahun 2005 menggasak senilai Rp 80 juta. Kala itu, komplotan ini sempat baku tembak hingga menewaskan seorang satpam bank. Aksi lanjutan mereka menggasak Rp 130 juta di kawasan Pluit, Jakarta Utara pada 6 Agustus 2015.
Sepekan berikutnya, pada 12 Agustus 2015 sekira pukul 09.00, aksi kawanan ini menyasar seorang karyawati Dealer Honda di depan Bank BCA Jalan Raya Kapuk, RW03, Kapuk, Cengkareng Jakarta Barat. Dari tangan karyawati bernama Tini (27) itu, pada keduanya menggasak Rp 20 juta yang baru saja dicairkan dari Bank BCA. (asp/ndi/JPG)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
