
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kiri) melihat karya saat pembukaan Art Jakarta 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com-Pameran seni tahunan Art Jakarta kembali digelar selama tiga hari pada 3-5 Oktober di JiExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Di perhelatan kali ini, acara tersebut turut menampilkan sebanyak 75 galeri yang diikuti 17 negara.
Termasuk Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya dari Kementerian Kebudayaan. Dikuratori Agung Hujatnika, pameran yang memamerkan hasil karya seni rupa kontemporer 6 seniman lokal itu mengusung tajuk Arus Baru.
Mereka adalah Iwan Yusuf, Mariam Sofrina, Natasha Tontey, Syaiful Garibaldi, Dzikra Afifah, dan Uji Hahan Handoko. Agung menuturkan karya mereka terpilih karena kental dengan keberagaman budaya, mitor, maupun keadaan Indonesia.
“Karya mereka mewakili yang paling mutakhir di Indonesia karena berbasis riset, pengamatan, dan pemikiran yang sangat amat khas dipengaruhi Indonesia,” kata Agung di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Misal, instalasi site-specific kapal pinisi Iwan yang terbuat dari beragam material seperti jaring. Juga karya seni Syaiful Garibaldi alias Tepu yang menjadikan alam sebagai bahan eksperimennya. Salah satunya, jamur.
“Itu dia (Tepu) risetnya di Muara Gembong, Bekasi. Muara Gembong itu penghasil kerang juga, ini dari pemandangan di sana karena orang banyak yang bikin kaktus gantung,” jelas Agung.
Kemudian, instalasi Tontey yang mencuri perhatian dengan nuansa merah hijaunya yang juga turut menampilkan video eksperimental. Karyanya secara dominan mengeksplorasi narasi fiktif tentang sejarah dan mitos seputar ketakutan buatan.
“Itu ritual penyembuhan di Minahasa. Kalau nonton ada makhluk empire yang kayak sedang menempuh perjalanan untuk menyembuhkan seseorang. Secara idiom dan visual, karya Tontey selalu lucu dan absurd, tapi ini sangat Indonesia,” ujar Agung.
Ke-6 seniman tersebut dipilih karena karya-karyanya memiliki benang merah yang mengikat satu sama lain. Yakni, kemampuan untuk membayangkan kembali sejarah, mitologi, dan ekologi dengan cara yang selaras akan urgensi keadaan saat ini.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menambahkan, terlibatnya MTN di Art Jakarta sejalan dengan komitmen pemerintah memberikan wadah bagi talenta-talenta berbakat tanah air. Dan mempopulerkan seniman-seniman lokal ke mata dunia.
Menggaet mereka untuk berpartisipasi di berbagai kompetisi maupun eksibisi. “Itu lah alasan MTN dibuat dengan kapasitas memberikan kesempatan berkarya. Untuk kesempatan di luar negeri, ada komite lagi yang bakal menyeleksi dan bisa mewakili Indonesia nantinya,” ucap Fadli.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
