Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Juni 2023 | 15.00 WIB

Dreams, Pameran Lukisan Tunggal Syakieb Sungkar: Wujud Protes pada Dunia yang Kacau Balau

PENGALAMAN ESTETIS: Dalam pameran Dreams karya Syakieb Sungkar, pengunjung disuguhi 16 karya yang dikerjakan dalam tempo dua tahun. - Image

PENGALAMAN ESTETIS: Dalam pameran Dreams karya Syakieb Sungkar, pengunjung disuguhi 16 karya yang dikerjakan dalam tempo dua tahun.

Kesempurnaan sebuah lukisan semestinya menjadi tujuan hakiki seniman. Namun, tidak bagi perupa cum kolektor lukisan Syakieb Sungkar. Protesnya membuat karya-karya yang dihasilkan menjauhi kesempurnaan.

"DUNIA kacau balau. Kenapa harus melukis sempurna,’’ kata seniman Syakieb Sungkar yang ditemui di Cemara 6 Galeri, Toety Heraty Museum, Jakarta, awal bulan ini. Sebagai bentuk protesnya atas kondisi dunia dan juga Indonesia, Syakieb sengaja membuat lukisan-lukisannya ’’ganjil’’.

Dia menuturkan, dunia saat ini diwarnai perang Rusia-Ukraina. Ada juga Amerika Serikat yang pernah menyerang Afghanistan. Padahal, dunia sudah memiliki Persatuan Bangsa Bangsa (PBB). Sudah memiliki beragam kesepakatan internasional. ’’Tapi, karena sentimen, suatu negara dengan mudah menyerang negara lain,” ujar Syakieb.

Di dalam negeri, lanjut dia, bisa jadi ada sebuah kota yang sudah tertata dengan baik, tapi malah mendapatkan pemimpin yang kacau. ’’Suasana begini itu keos, unsur yang tidak mendukung. Salah tempat lah,’’ jelas Syakieb.

Pada pamerannya yang bertajuk Dreams itu, Syakieb unjuk gigi dengan 16 lukisannya. Belasan lukisan tersebut dibuat dalam tempo dua tahun. ’’Ini merupakan pameran ketiga,’’ terang seniman sekaligus kolektor lukisan itu.

SPESIAL: Lukisan berjudul Kamrad GM (kiri) dan The Journey terpasang di sudut ruang pamer. Pada Kamrad GM terdapat bait puisi yang ditulis oleh sastrawan dan perupa Goenawan Mohamad.

Memang, sebagian di antara lukisan-lukisan tersebut menunjukkan adanya kesengajaan Syakieb untuk protes. Salah satunya, lukisan yang berjudul Mengenang Andrea Mantegna. Dalam lukisan itu tampaklah kemiripan dengan karya Andrea Mantegna yang legendaris berjudul Peratapan Jenasah Yesus.

Dalam karya itu terlihat orang terbujur kaku di tempat tidur rumah sakit yang dibuat begitu berwarna dan halus. Kemudian terdapat sekelompok orang yang menunggu, sebagiannya berwarna kusam. ’’Saya berani merusak. Sudah bagus, saya campur-campur lagi,” ujar Syakieb.

Dalam lukisan lainnya, tampak permainan warna yang begitu apik. Misalnya, lukisan yang bertema Kapten Amerika. Lukisan itu menggambarkan robot kecoak yang ditunggangi Kapten Amerika. Di latar belakangnya terdapat pemandangan laut yang biru dan terselip gambaran istana negara.

’’Sekarang itu tidak ada kebebasan, semua ditunggangi. Bukan hanya kecoak yang bebas beterbangan, istana saja ditunggangi,” papar Syakieb.

Syakieb juga berani mewujudkan karakter-karakter kekinian dalam lukisannya. Ada lukisan yang menunjukkan tokoh utama manga One Piece, Monkey D. Luffy. Bahkan, ada yang terinspirasi dari sebuah game Free Fire. ’’Saya ini juga kolektor komik dan main game Free Fire. Saya betul-betul representasikan dengan lukisan,’’ jelas Syakieb.

AKTIVITAS WAJIB: Pengunjung mengabadikan karya Merdeka Belajar (kiri) dan Making Outin the Sky di Cemara 6 Galeri-Toeti Heraty Museum, Jakarta.

Di sisi lain, Syakieb menuturkan memiliki sekitar seribu koleksi lukisan. Dari maestro dalam negeri, Syakieb punya karya Basuki Abdullah. Menurut dia, karena juga menjadi kolektor, hal itu membuat Syakieb memiliki ambisi melebihi para pelukis itu.

Sekarang, cat lukis lebih baik kualitasnya, kanvas mutunya lebih bagus. ’’Apalagi ditunjang internet. Kalau seniman dulu, tidak ada internet. Tidak bisa mengetahui kondisi dunia,’’ kata Syakieb.

Dalam lukisan lainnya, tampak lukisan sosok budayawan Goenawan Mohamad. Dia menuturkan, lukisan GM, sapaan Goenawan Mohamad, itu memiliki cerita tersendiri. Lukisan tersebut menjadi istimewa karena dibubuhi puisi secara langsung oleh GM. ’’Bahkan, GM tanda tangan juga,” ujar Syakieb.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore