
Carnival Trap #1 dan Carnival Trap #2 karya Eko Nugroho di ARTJOG 2018. (Dok. ARTJOG for Jawa Pos)
JawaPos.com – Pelaksanaan festival seni rupa kontemporer tahunan ARTJOG 2020 mundur tahun depan oleh sebab wabah Covid-19. Namun, sejalan dengan berlakunya tata kebiasaan baru di tengah keterbatasan, festival seni rupa kiwari tahunan itu menyelenggarakan edisi khusus. Bertajuk Resilence, ARTJOG di masa transisi diselenggarakan di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta, pada 8 Agustus hingga 10 Oktober 2020. Di masa bersamaan, Reselience dapat diakses di laman ARTJOG.
Direktur ARTJOG Heri Pemad menyebut program pameran dalam Reselience menghadirkan karya-karya dari 79 seniman yang masing-masing menghadirkan satu karya. ’’Tapi terlibat secara keseluruhan lebih dari 150 seniman karena ada program ARTCARE dan Murakabi Movement yang diikuti banyak seniman,’’ katanya. Para seniman itu berasal dari berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Bali, dan Yogyakarta. Reselience juga diikuti oleh dua seniman dari luar Indonesia. Mereka adalah Malcom Smith (Australia) dan Nadiah Bamadhaj (Malaysia).
’’Tahun ini kami tidak mengundang seniman untuk menggarap karya komisi melainkan ada program spesial yang digarap oleh Murakabi,’’ lanjut Pemad. Murakabi adalah kolektif yang terbentuk dari ARTJOG 2019, terdiri dari Indieguerillas, Lulu Lutfi Labibi, dan Singgih S. Kartono. Tahun ini mereka menggandeng arsitek kenamaan Eko Prawoto serta penyair Joko Pinurbo untuk menyajikan sebuah proyek khusus di edisi Resilience.
Selama ini ARTJOG dikenal bukan sekadar festival seni rupa yang menampilkan karya-karya kiwari. Karya yang beririsan dengan bidang di luar seni rupa seperti teater hingga tari juga kerap hadir. Pada Reselience, ARTJOG menyesuaikannya ini dengan format-format yang bersifat bincang-bincang atau pementasan daring. Jika kondisinya memungkinkan, Pemad menyebut akan mencoba membuat ruang perlintasan dengan disiplin seni lain dalam skala kecil berpengujung terbatas. ’’Ini juga bentuk dari adaptasi dan ketahanan serta sikap ARTJOG dalam menghadapi tatanan kehidupan baru,’’ katanya.
Penyelenggaraan Artjog Resilience akan tetap difokuskan di Jogja National Museum. Mulai dari proses display pameran hingga pelaksanaan program-programnya. Reselience juga hadir di jalur daring. Khusus di jalur daring, beberapa konten direncanakan ada yang berbayar. ’’Tidak semua, menyesuaikan programnya,’’ jelasnya. Pemad menyebut format daring ARTJOG sebetulnya sudah dibicarakan sejak 2017. Hanya saja, ruang daring masih kerap diletakkan sebagai perpanjangan dari presentasi di jalur luring. Berbeda dengan situasi pandemi kini di mana ruang maya justru menjadi medium sendiri.
ARTJOG Resilience diniatkan sebagai rintisan untuk pelaksanaan ARTJOG daring yang akan dikembangkan potensinya di masa nanti. Harapannya, format tersebut bisa dijalankan di tahun-tahun berikutnya sebagai pengalaman baru dalam menikmati ARTJOG. Pemad menyebut presentasi karya seni rupa di jalur daring senyatanya memantik para seniman melakukan beragam eksplorasi. ’’Lebih dengan melihat teknologi sebagai perpaduan dan solusi bagi mengembangkan kekaryaannya,’’ katanya.
Jalur daring juga menyediakan ruang virtual yang memiliki potensi distribusi pengetahuan lebih luas dibandingkan pameran luring. Di ranah daring, siapa pun yang mempunyai gawai digital dan terknoneksi internet memiliki tiket untuk menikmati seni. Menurutnya, situasi seiring pandemi yang membuka luas ruang daring untuk menghadirkan karya muncul sebagai tantangan baru bersamaan dengan hadirnya budaya dan kebiasaan anyar.
’’Kebutuhan kita akan informasi, pengetahuan dan seni hari ini berjalan beriringan dengan teknologi,’’ katanya. Pemad menggarisbawahi perihal teknologi sendiri yang belum terakses secara merata di Indonesia. Situasi itu dengan sendirinya menjadi pertimbangan bagaimana Artjog tetap mudah diakses oleh publik luas tanpa terkecuali. (tir)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain AC Milan vs Venezia: Fisik Adrien Rabiot Belum Siap, Rafael Leao Absen
