alexametrics

Kota Tua Surabaya dalam Ekspresi Warna

10 Agustus 2019, 15:54:21 WIB

JawaPos.com – Ada banyak cara untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Di tangan seniman asal Mojokerto, Fauzi, hal itu diwujudkan lewat pameran lukisan. Fauzi menyuguhkan potret kota tua Surabaya dalam lukisannya.

Total ada 18 lukisan berjudul Surabaya Old City dengan hashtag 1–18. Fauzi menuturkan, yang membedakan karyanya dengan seniman lain adalah warna. Jika kebanyakan seniman menyajikan kota tua dengan warna hitam-putih atau sepia, karya Fauzi dibuat berwarna. ’’Ini supaya tampil beda dari yang lain,’’ tuturnya.

Meski berasal dari Mojokerto, dia sudah cukup lama tinggal di Surabaya. Hal tersebut membuatnya begitu dekat dengan Kota Pahlawan. ’’Surabaya ini menyimpan banyak cerita,’’ ujarnya. Hal itu membuatnya ingin mengabadikan kota tua Surabaya dengan setting tahun 1930 hingga 1950-an.

Pria kelahiran 24 Februari 1974 tersebut memaparkan, semua lukisannya itu mengambil spot-spot yang menjadi ikon Surabaya. ’’Salah satunya di Jalan Tunjungan itu. Banyak spot kota tua yang ikonik. Gedungnya juga masih ada sampai sekarang,’’ jelasnya. Ada pula suasana kawasan Jembatan Merah dan Hotel Yamato atau yang sekarang dikenal dengan Hotel Majapahit.

Untuk bisa menggambarkan suasana kota tua Surabaya pada zaman dulu, dia membutuhkan foto lama dari spot tersebut. ’’Jadi, awalnya dari foto, terus saya cari lokasinya,’’ ujarnya. Meski objek dalam foto mungkin berubah, dia tidak mengubah bentuk gedung yang asli. ’’Mungkin cuma suasananya yang diubah,’’ sambungnya.

Misalnya, dengan menambahkan trem hijau yang eksis pada era tersebut. ’’Saya sampai cari orang yang pernah menaiki trem ini. Dia cerita bahwa dulu warna trem-trem ini ada dua. Kuning sama hijau,’’ katanya. Dia memilih warna hijau.

Sebanyak 18 lukisan berukuran 40 x 60 sentimeter itu dipamerkan di Hotel Kampi hingga akhir Agustus mendatang. Dia berharap lukisan-lukisannya dapat memberikan sedikit cerita tentang Surabaya dalam menyambut hari kemerdekaan.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ama/c13/nor

Close Ads