
MASIH 19 TAHUN: Ki RM Akbar Syahalam mencuplik cerita Jago Pinilih dalam tampilan pembuka Festival Dalang 2019 di Taman Budaya Jawa Timur Kamis malam (7/11). (Hariyanto Teng/Jawa Pos)
JawaPos.com – Saat mengasingkan diri, Pandawa Lima harus menyamar. Meski begitu, kekuatan mereka tak bisa ditutupi. Kesaktian mereka tetap dikenali orang kendati nama yang digunakan adalah alias. Karena itu pula, Abilawa, nama yang digunakan Bima alias Werkudara saat menyamar, langsung menjadi jujukan Pangeran Wratsangka dan Utara. Mereka meminta bantuan mempertahankan negaranya, Wirata, dari Rajamala.
Cerita yang diangkat dari lakon Jago Pinilih itu menjadi pembuka Festival Dalang di Taman Budaya Jawa Timur (TBJT) Kamis malam (7/11). Yang menjadi dalang masih muda. Yakni, Ki RM Akbar Syahalam. Usianya baru 19 tahun. Tahun lalu dia memenangi Festival Dalang Bocah dan Festival Dalang Muda tingkat nasional. Beberapa kali dalang asal Nganjuk itu berhasil memancing tawa penonton.
Misalnya, ketika Abilawa tidak menggunakan bahasa halus saat berbincang dengan Pangeran Wratsangka dan Utara. Ayahnya, Ki Jagal Walakas, sampai harus meminta maaf atas kelakuan Abilawa yang bersikap tidak sopan. ”Ini pejabat lho, Le. Pakai kendaraan pelat merah,” ucap Ki Jagal Walakas yang disambut tawa penonton.
Abilawa menyanggupi permintaan tersebut. Bertiga, mereka bertemu dengan Rajamala serta Kencakarupa dan Rupakenca yang menyewa Rajamala untuk merusak Wirata. Dua kubu bertemu dan bertaruh. Pemenang pertarungan Abilawa dan Rajamala bisa menguasai Wirata. Yang kalah harus pergi dari Wirata tanpa membawa apa pun, bahkan sehelai kain sekalipun.
”Sebelumnya, tanda tangan kontrak dulu untuk pertaruhan kali ini. Di atas meterai!” imbuh Kencakarupa. Lagi-lagi, tawa penonton pecah. Pertarungan antara Abilawa dan Rajamala berlangsung cukup sengit. Tubuh Rajamala yang sulit dibunuh mengakibatkan pertarungan berlangsung lama. Meski akhirnya, Rajamala bisa dibunuh setelah Abilawa melemparnya ke dalam kolam.
Ki RM Akbar Syahalam mengatakan, dirinya memilih cerita Werkudara karena dia adalah tokoh yang paling jago berkelahi di antara tokoh Pandawa lainnya. Cerita Jago Pinilih tersebut diharapkan bisa menjadi penyemangat bagi para dalang muda lainnya.
”Saya berharap semakin banyak jago dalang lain dari Surabaya. Anak muda lain yang bisa melestarikan budaya ini,” ujar pria 19 tahun itu.
Hal itu pulalah yang menjadi tujuan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur dalam menyelenggarakan festival kali ini. Terdapat 17 dalang muda yang tampil dalam festival tersebut. Kepala Seksi Penyajian Seni Budaya UPT Taman Budaya Jawa Timur Kartika Widyawati mengatakan, acara itu bertujuan untuk mewadahi para dalang muda untuk semakin berkembang dan dikenal. ”Untuk regenerasi juga, para dalang muda ini punya banyak potensi,” imbuhnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
