
Kekayaan Indonesia di Museum Ternama Dunia: Aneka keindahan wastra Nusantara dan kemegahan Borobudur tampil di salah satu museum seni terbesar dunia, Musée du Louvre, Paris, Prancis.
JawaPos.com – Setelah memiliki ruangan khusus benda seni di Markas Besar UNESCO di Paris, giliran wastra Indonesia yang mencetak sejarah tampil di museum ternama, Musée du Louvre, di ibu kota Prancis tersebut. Indonesia pun tercatat sebagai negara Asia pertama yang bisa berpameran di sana.
Mengangkat tema Selimut Nusantara, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama desainer Edward Hutabarat menampilkan tenun ikat dari Sumba, Timor, Bali, dan Sumbawa serta ulos dan songket dari Samosir dalam gelaran tersebut. Keindahan wastra-wastra Nusantara kian mentereng dengan kemegahan Borobudur sebagai latar belakang. Candi di Magelang, Jawa Tengah, itu dihadirkan dalam bentuk pameran foto untuk menyertai kekayaan kain Nusantara.
Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid menuturkan, ini adalah salah satu upaya pengembangan warisan budaya Indonesia. Termasuk upaya diplomasi budaya yang dilakukan Indonesia.
”Kita bangga, kebudayaan Indonesia bisa tampil dengan berkelas di salah satu museum seni terbesar di dunia,” ujarnya dalam keterangan tertulis kemarin (30/11).
Edward juga sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para pihak, terutama Kemendikbudristek, yang mendukung penuh karyanya untuk bisa tampil di Musée du Louvre, Paris. Dia mengakui, peradaban Indonesia sangat berkaitan erat dengan ’’selimut” (kain).
Kekayaan Indonesia di Museum Ternama Dunia: Aneka keindahan wastra Nusantara dan kemegahan Borobudur tampil di salah satu museum seni terbesar dunia, Musée du Louvre, Paris, Prancis.
Di berbagai daerah, selimut itu dikenal dengan nama-nama berbeda. Misalnya, sarung (selembar kain yang kedua ujungnya dijahit menjadi satu), jarit (kain katun tipis, biasanya berupa batik atau lurik), dan masih banyak lagi. Masing-masing pun memiliki sejarah panjangnya sendiri.
Pameran Selimut Nusantara itu terbuka untuk umum di Musée du Louvre, Paris, mulai 28 November 2023 sampai 3 Januari 2024. Dalam pembukaan pameran, Ketua Bidang I Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) Franka Makarim menyampaikan kebanggaannya dengan kekayaan budaya Indonesia yang berhasil tampil di Musée du Louvre.
”Dan apa yang ditampilkan di sini baru sebagian kecil dari keragaman karya budaya Indonesia,” ungkapnya. (mia/c7/ttg)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
