Jumpa pers Regina Art akan menggelar pementasa dua monolog di lima negara Eropa. (Istimewa)
JawaPos.com - Seniman Indonesia yang tergabung dalam Regina Art akan menggelar pementasa dua monolog di lima negara Eropa meliputi Jerman, Swedia, Norwegia, Belanda, dan Perancis. Acara ini digelar setelah kelompok seni ini berhasil menggelar pertunjukan yang sama di Indonesia, Meksiko dan Amerika Serikat pada periode 2023.
Pentas monolog ini akan mengangkat isu nasionalisme dan kekerasan terhadap perempuan. Selain mengangkat nilai-nilai kehidupan dan edukasi penting untuk isu nasionalisme dan perempuan, pentas ini diharapkan menjadi pementasan yang kaya akan nilai kehidupan, budaya, dan keindahan seni.
Ada pun dua judul pementasan monolog Regina Art yang akan dipentaskan adalah monolog “Besok Atau Tidak Sama Sekali” yang ditampilkan Wawan Sofwan tentang perjuangan batin Soekarno - sang Proklamator, sesaat sebelum proklamasi. Serta monolog “Cotton Candy” karya E.D. Jenura, yang ditampilkan oleh Joane Win tentang perjuangan korban kekerasan seksual dalam mengatasi traumanya.
“Dengan pementasan ini diharapkan penonton dapat mengambil nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, sehingga kita dapat bersama-sama lebih menghargai para pendahulu bangsa, meningkatkan empati dan kesadaran, ikut berpartisipasi dalam melawan tindak kekerasan seksual, dan turut serta membela hak asasi manusia," kata Produser Regina Art Monologue Project, Joane Win di Jakarta Selatan, Selasa (26/9).
Sementara, Sutradara Regina Art Monologue Project, Wawan Sofwan mengatakan, pertunjukan dua monolog menyasar penonton Diaspora Indonesia yang ada di kota-kota tempat pertunjukan berlangsung. Juga menyasar masyarakat lokal yang tertarik pada tema yang diangkat dalam monolog, maupun pada seni pertunjukan teater itu sendiri.
“Regina Art Monologue Project dipentaskan di berbagai kota di luar negeri itu sebagai misi budaya dan sejarah dari Regina Art. Bagi saya ini langkah yang luar biasa ya, dan semoga dua monolog ini bisa dipentaskan ke Negara lainnya, yang ingin mengenal sejarah Indonesia secara lebih lengkap," ujar Wawan.
Beberapa KBRI dan Atase Pendidikan dan Budaya Indonesia di beberapa negara siap mendukung Regina Art Monologue Project, baik dari sisi teknis pertunjukan dan juga mempromosikan acara ini kepada diaspora Indonesia yang ada di negara-negara tersebut.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyatakan, mendukung penuh pementasan seni ini. Dia berharap pementasan ini bisa membawa manfaat untuk masyarakat luas.
“Semoga pementasan dua monolog ini di mancanegara dapat lebih menyadarkan kita, bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama untuk memperoleh kebebasan, keadilan, perlindungan, dan perdamaian. Teruslah berkarya untuk Indonesia," pungkas Bintang.