Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Mei 2023 | 23.05 WIB

Siasati Lahan Terbatas, 6x8 House Membalik Zonasi Ruangan dan Percantik Fasad dengan Roster

VISIBILITAS RUANG: Lantai 2 berkonsep open-plan. Tampak dining room, pantry, area wastafel, dan kamar mandi tetap berkesan lega. - Image

VISIBILITAS RUANG: Lantai 2 berkonsep open-plan. Tampak dining room, pantry, area wastafel, dan kamar mandi tetap berkesan lega.

Menciptakan rumah "sehat" di permukiman padat dengan jalanan yang sempit dan lahan terbatas menjadi tantangan Andyrahman Architect. Namun, hal itu dapat dicapainya dalam proyek bernama 6x8 House.

SESUAI namanya, rumah yang terletak di kawasan Surabaya Timur tersebut dibangun di atas lahan seluas 48 meter persegi (6 x 8 meter). Namun, bagaimanapun itu, Andy ingin membuat rumah yang terkesan lega meski luasnya terbatas. Salah satu caranya adalah menerapkan split-level dan menciptakan banyak bukaan tanpa mengekspos isi rumah.

Andy memilih material bata roster, salah satu material yang menjadi ciri khas arsitektur karyanya. Bata roster disusun dengan semen tipis, tetapi kuat, yang mempercantik fasad lantai 2. Karena memiliki lubang pada tiap batanya, dinding itu menjadi jalan masuk utama bagi udara dan sinar matahari.

"Dinding roster diterapkan mulai dari fasad sampai dalam. Jadi, angin bisa benar-benar mengalir," kata Andy kepada Jawa Pos pekan lalu. Di balik dinding roster pada fasad itu, terdapat space pendek. Ruang kosong itu dipenuhi batu kerikil yang berfungsi menyerap air hujan yang masuk melalui lubang roster. Baru kemudian di belakangnya terdapat pintu geser dan jendela kaca yang dapat dibuka, tapi juga menghalangi air hujan masuk.

Sementara itu, sisi kanan dinding roster itu "dilubangi" untuk dijadikan balkon kecil yang menjadi tempat refreshing sederhana. Fasad rumah itu sengaja dibuat tertutup dengan alasan keamanan. Area lantai 1 pun ditutup dengan pagar berbahan polycarbonate. "Pemilik bisa melihat ke luar, tapi orang dari luar tidak bisa melihat ke dalam," katanya.

SPLIT LEVEL: Ruang antara pada bagian split level bisa dijadikan area bermain anak.

Penataan ruang juga dibuat semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan privasi tersebut. Di antaranya, menempatkan area privat di lantai 1 dan area komunal di lantai 2. Hal itu berbeda dengan kebiasaan pada umumnya di mana area komunal diletakkan di lantai dasar.

Untuk itu, lantai 1 terdiri atas kamar utama, kamar anak, serta kamar mandi, dan laundry room. "Kalau butuh istirahat, klien ingin lebih simpel dengan tidak perlu naik ke atas," kata arsitek alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tersebut.

Ruang yang mengakomodasi kebutuhan untuk bersosialisasi berada di lantai 2. Di antaranya, living room, dining room, dan pantry. Lantai 2 dibuat dengan konsep open-plan atau tanpa sekat. Dengan begitu, ruangan pun terasa jauh lebih lega. Di antara lantai 1 dan 2, Andy menambahkan split-level yang memuat spot bermain anak. Sekaligus memberikan visibilitas ruang yang lebih leluasa.

Menariknya, lantai 2 memiliki akses tersendiri. Yakni, berupa tangga di dekat area carport. Dengan demikian, aktivitas keluar masuk tamu tidak mengganggu area privat. "Lantai 2 itu dipakai menerima tamu yang dikenal dekat. Tapi, kalau tamu dengan keperluan sebentar, biasanya diterima di area duduk di carport," pungkasnya. (adn/c12/nor)

---

6x8 House .

HIGHLIGHTS

MATERIAL ALAMI

FRONT YARD: Teras depan untuk menerima tamu. Di sisi samping terdapat tangga menuju lantai 2 tanpa melintasi pintu utama.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore