alexametrics

Hunian Asri ala Rumah Desi Fatmawati, Khas karena Ada Kebun Sepojok

20 Februari 2020, 18:01:33 WIB

Bercocok tanam di tempat yang panasnya menyengat bukanlah hal mustahil. Dengan ketelatenan, tanaman bisa tampak segar, bahkan mampu menyejukkan pandangan dan hawa di rumah.

BAGI Desi Fatmawati, bercocok tanam adalah salah satu hobi terpendamnya. Bahkan sejak tinggal di perkampungan yang luas lahannya tak seberapa. Impian tersebut baru bisa direalisasikan setelah pindah ke Surabaya. Pada 2017, dia mulai mengubah taman di pojok rumahnya. Dulu, area itu adalah petak berumput. ’’Waktu hujan, keluwing (lipan) pada keluar. Akhirnya dibuat berlantai,” tutur ibu enam anak tersebut.

Lantai itu berbahan pebble. Di bagian tepi, ada yang sengaja tidak ditutup untuk area bertanam. Di kebun sepojok tersebut, demikian sebutan area hijau itu, nyonya rumah mulai mengoleksi tanaman. Koleksi pertamanya adalah kaktus koboi dan tanaman sukulen. ’’Kebetulan, suami saya perokok berat. Pas browsing, kaktus bagus untuk serap asap, bagus juga di indoor,” ungkapnya. Tahun 2018, kaktus dari genus Cereus itu tengah naik daun.

Tahun lalu, Desi menambahkan monstera dan sirih gading. Perawatannya relatif mudah. Dalam waktu nyaris tiga tahun, koleksi kaktus dan monstera Desi memenuhi rumah. ”Sampai dikira jualan sama teman,” ucapnya.

Ketelatenan itu terbayar setelah kaktus koboi tersebut beberapa kali berbunga. ”Bunganya benar-benar mekar di tengah malam. Besoknya langsung layu dan menghitam,” imbuhnya. Menurut Desi, bunga kaktus koboi mirip dengan wijayakusuma.

Karena digunakan untuk bertanam, area kebun dibuat tanpa penutup. Agar air tidak memercik, atap dibuat menjorok. Beberapa bulan terakhir, perempuan yang bercita-cita menjadi desainer interior itu menambahkan paranet. ”Baru nambah pas Surabaya lagi panas-panasnya. Soalnya, beberapa tanaman sempat gosong,” papar Desi.

Saking cintanya pada cocok tanam, perempuan asal Jakarta itu menangani sendiri tanamannya. ”Ada sih asisten rumah tangga. Tapi, kalau tanaman, saya khawatir enggak cocok (hasilnya). Mulai ngangkut sampai menyiram, saya lakukan sendiri,” jelasnya.

Demikian pula konsep rumah. Desi memilih dan menata perabotnya sendiri. Dia tidak terpatok pada satu tema tertentu. ”Soalnya, saya dapat beberapa perabot lungsuran yang masih bagus. Sayang kalau enggak dipakai,” terangnya. Baginya, perabot tidak perlu mahal. Yang penting fungsional dan serasi dengan konsep ruangan.

SIMPEL: Area ruang tamu kecil saja. Kerabat diterima di ruang keluarga. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

Lewat menata rumah, Desi juga menanamkan pelajaran buat sang buah hati. Misalnya, menyimpan barang. Jika ingin membeli barang, barang lama atau yang jarang digunakan harus ”keluar”. ”Entah itu diberikan atau dijual. Jadi, barang tersebut tetap berguna. Kecuali untuk koleksi yang memang bakal everlasting,” ujarnya.

Desi juga menekankan prinsip ’’kebersihan sebagian dari iman’’. Tiap ruangan mesti dibersihkan setiap hari. Barang yang digunakan harus dikembalikan ke tempat asalnya. Desi mengaku terobsesi pada barang-barang yang harus selalu tertata. Setiap sudut tak luput dari pengamatan Desi. Hasilnya pun menyenangkan. Keluarganya terbiasa tertib dan rapi.

HANGAT: Ruang keluarga menyatu dengan ruang makan. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

TRIVIA

Cerminkan identitas lewat rumah

Desi amat menyukai warna netral. Koleksi pakaian dan kerudungnya didominasi cokelat, hitam, dan putih. Untuk lipstik pun, kebanyakan berwarna nude. Alhasil, tidak terlalu banyak warna di rumah Desi.

Utamakan hunting barang murah

Bagi Desi, prinsip belanjanya mirip dengan ibu-ibu pada umumnya. Yakni, memprioritaskan barang dengan harga terjangkau atau yang sedang diskon. Tentunya, dengan memperhatikan kualitas juga.

Memilih belanja online

Datang langsung ke tempat belanja perabot sering membuatnya kehilangan fokus. Karena itu, Desi lebih memilih belanja online. Dia bisa leluasa memilih dan membandingkan harga. Sesekali, dia datang ke lokasi untuk membandingkan ukuran di catatan online dengan barang asli.

Lantai 2 tersembunyi

Desi menyatakan, dirinya tidak banyak mengubah letak ruangan. Namun, ketika anaknya mulai besar, dia dan suami memutuskan menambah lantai 2 untuk kamar. Akses menuju lantai 2 tersembunyi.

PEMANIS: Salah satu pojok ruang keluarga yang dihiasi tanaman berkuran mmungil. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

Tip Meng-Handle Kaktus

Jangan terlalu cuek atau malah terlalu berlebihan merawatnya.

Gunakan gloves karena kaktus memiliki duri halus mirip gelugut yang bisa menyusup ke kulit.

Hindari menyiram kaktus berlebihan.

Sering lakukan ”eksperimen” pada media tumbuh kaktus untuk menemukan kombinasi yang pas.

SEGAR: Aneka ukuran kaktus, monstera, serta berbagai tanaman hijau memenuhi kebon sepojok. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

MENJAGA SI HIJAU TETAP SEGAR

Cermat rotasi tanaman sesuai cuaca.

Wajib terpapar sinar matahari pagi, termasuk untuk tanaman dalam ruangan.

Sediakan tanah terbuka untuk tanaman yang baru dibeli atau kondisinya tidak fit (layu, rontok).

Berikan perawatan ekstra.

Berikan pupuk secara berkala untuk pemeliharaan.

Agar tampil kinclong, lap daun. Kemudian, usap permukaannya dengan susu atau baby oil agar mengilap.

Jangan ragu memangkas tanaman ketika dinilai terlalu tinggi atau muncul bagian busuk.

CACTUS ADDICT: Bantal-bantal di kursi gantung pun berbentuk kaktus. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

HOMES FACT

Luas Tanah 200 M2

Luas Bangunan 260 M2

LOKASI KETINTANG, SURABAYA

Editor : Ilham Safutra

Reporter : fam/c18/nda



Close Ads