
VIEW TERBUKA: Setiap area rumah itu terhubung dengan courtyard. Pastisi kaca geser berukuran besar menguburkan batas indoor dan outdoor.
Kampung Batik Laweyan merupakan salah satu wilayah bersejarah di Solo, Jawa Tengah. Karena itu, arsitek Joas Wicaksana tidak ingin menghilangkan ciri khas budaya setempat ketika membangun sebuah hunian yang kemudian diberi nama The Laweyan House.
SALAH satu keunikan kawasan Laweyan adalah koridor jalannya yang diimpit dinding-dinding tinggi. Hal itu bermula karena dulunya kampung Laweyan ditinggali para saudagar batik. Area itu menjadi tempat produksi batik-batik bernilai tinggi. Dinding tinggi pada rumah mereka berfungsi sebagai pengaman harta sekaligus menjaga privasi agar motif batik karya mereka tidak dijiplak orang lain.
"Menariknya, tipologi rumah Jawa berkembang, dalam arti antara rumah tinggal dan tempat bekerja itu menjadi satu," kata Joas kepada Jawa Pos. Dinding tinggi itu pun dipertahankan pada The Laweyan House. Rumah yang dibangun di atas lahan seluas 820 meter persegi itu memiliki dinding depan setinggi 5 meter. Alhasil, tampak depan tak terlihat bentuk rumah tersebut, tetapi hanya terlihat seperti tembok kotak yang polos.
Di balik tembok itu terdapat rumah yang terbagi menjadi empat massa bangunan. Joas menjelaskan, bangunan pada tipologi rumah Jawa sebetulnya terdiri atas pendapa, pringgitan, ndalem, dan gandok. Namun, tipologi rumah Jawa yang masih benar-benar dipertahankan di The Laweyan House adalah ndalem dan gandok.
VIEW TERBUKA: Setiap area rumah itu terhubung dengan courtyard. Pastisi kaca geser berukuran besar menguburkan batas indoor dan outdoor.
Area ndalem berada di limasan dan dijadikan pedoman untuk elevasi lantai. Area ndalem tersebut hanya terdiri atas ruang keluarga dan teras. Namun, unsur Jawa kental terasa lewat gebyok jati dengan ukiran 3D. Ditambah, area ndalem memiliki langit-langit tumpang sari, yakni susunan balok kayu berukir dalam jumlah ganjil sesuai pakem Jawa. Di rumah ini sendiri tumpang sari terdiri atas sebelas susunan.
"Yang boleh masuk di area itu adalah orang-orang yang punya keterikatan dengan pemilik. Entah keluarga atau tamu istimewa," kata Joas. Area ndalem yang kental dengan budaya Jawa terasa cukup kontras dengan area gandok yang dibuat dengan konsep modern. Area gandok itu terdiri atas ruangan-ruangan tempat beraktivitas dan beberapa area privat. Misalnya, ruang keluarga dan kamar-kamar.
Karena terdiri atas massa yang terpisah, setiap area rumah itu jadi bisa terhubung langsung dengan courtyard lewat partisi kaca geser berukuran besar yang mengaburkan batas indoor dan outdoor. Rumah itu juga hanya terdiri atas satu lantai yang cukup untuk mengakomodasi kebutuhan ruang pemiliknya.
’’Kalau dibuat dua lantai, bangunan akan melebihi dinding pagar itu tadi, padahal kita masih ingin mengikuti kaidah kawasan cagar budaya yang ada. Alhasil, dari luar, bangunan ini masih seperti dulu, tapi dengan sentuhan modern,’’ tandas Joas. (adn/c12/nor)
---
HIGHLIGHTS
TUMPANG SARI: Langit-langit di area ndalem The Laweyan House dengan susunan balok kayu berukir dalam jumlah ganjil sesuai pakem Jawa. Di rumah ini tumpang sari terdiri atas sebelah susunan.
EKS MUSEUM
Bangunan asli rumah ini ada sejak tahun 1920. Lalu, berpindah tangan dan sempat difungsikan sebagai Museum Samanhoedi pada 2008. Museum tersebut lantas dipindahkan ke Kelurahan Sondakan pada 2011. Bangunan itu pun dirombak menjadi The Laweyan House.
PARTISI BATIK

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
