
ESTETIS: Meja dan kursi klasik dengan aksen lengkung yang menjadi focal point pada ruangan. (Dokumentasi Maya Anggraita)
Desain yang cermat dan pemilihan material yang tepat membuat rumah di kawasan Madiun ini tetap homey meski bersebelahan dengan jalur kereta api. Renovasi dilakukan tanpa arsitek dengan menghadirkan nuansa Japandi yang banyak terinspirasi dari coffee shop.
TIDAK sedikit yang mengira rumah Maya Anggraita sebagai coffee shop. Setiap sudut fasadnya estetis dengan jendela kayu lengkung dan aksen kotak-kotak khas rumah Jepang. Sedikit sentuhan industrial dari dinding kamprot semen.
”Dari awal renovasi saya pengin bikin galeri (toko) di rumah, tapi tidak ingin terlihat seperti toko. Saya banyak terinspirasi dari desain coffee shop yang estetis,” cerita Maya kepada Jawa Pos.
Hunian yang berlokasi di Caruban, Madiun, itu mulanya rumah mertua Maya. Renovasi rumah induk bagian belakang dilakukan tanpa mengubah struktur dan bentuk bangunan lama. Sisa lahan di bagian depan lantas dimanfaatkan untuk membangun galeri sehingga terbentuk leter L yang memberikan cukup privasi bagi setiap ruangan. ”Antara bangunan galeri dan rumah utama dibuat saling terhubung, memudahkan akses,” sambungnya.
Dapur. (Dokumentasi Maya Anggraita)
Proses renovasi dilakukan tanpa arsitek untuk menghemat bujet. Karena itu, untuk desain dan pemilihan materialnya, Maya pikirkan dengan matang. Apalagi, rumahnya terletak bersebelahan dengan jalur aktif kereta api.
”Jaraknya hanya sekitar 20 meter dari rel, jadi tidak bisa dihindari untuk getarannya. Syukurnya, umur rumah induk yang lama lebih dari 15 tahun, tapi masih aman tanpa retakan sampai saat ini,” katanya.
Untuk bangunan baru, Maya menyiasatinya dengan membuat fondasi yang mumpuni. Penggunaan material alami seperti kayu jati memiliki sifat isolasi suara yang baik sehingga dapat membantu meredam suara bising dari kereta api. Begitu pun dengan tanaman hijau yang mampu menyerap suara bising.
SERASA DI KAFE: Dari galeri pada sisi depan hingga sisi dalam, ambience-nya seperti sedang hang out di kafe yang cozy. (Dokumentasi Maya Anggraita)
”Pohon solobium (pakis) brasil yang kami tanam berjajar di teras rumah juga berfungsi meminimalkan panas karena semua jendela menggunakan kaca tembus pandang. Untungnya, rumah ini menghadap utara sehingga panasnya relatif aman,” bebernya.
Maya menempatkan ruang tamu pada bangunan galeri tempat dia bekerja. Jadi, tidak ada ruang tamu di rumah utamanya. Tamu bisa bersantai di teras rumah induk atau taman depan galeri yang disulap ala tempat duduk kafe.
”Rumah utama difungsikan untuk dua kamar tidur dan ruang TV. Dapur, kamar mandi, dan dining room ditempatkan berjajar di bagian belakang bersebelahan dengan dry garden,” lanjut Maya.
Tanpa menggunakan arsitek cukup menjadi tantangan bagi Maya. Sebab, terkadang tukang kesulitan memahami keinginannya. Dia harus aktif memantau langsung supaya tidak ada miskomunikasi. ”Berdasar pengalaman saya renovasi rumah hanya pakai tukang harian, carilah tukang yang benar-benar sudah berpengalaman dan tepercaya,” pesannya. (lai/c7/nor)
---

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
