
Fasad J House yang masif. (Mario Wibowo via Access Architect)
J House menghadirkan perpaduan unik antara privasi dan keterbukaan. Di balik fasad yang tertutup, terdapat ruang keluarga yang menyatu dengan alam.
SEBAGAI rumah tinggal, J House dirancang untuk dapat memberikan suasana yang nyaman sekaligus intimate. Bentuk massa bangunannya mengikuti kebutuhan ruang yang tidak sedikit. Pada lahan dengan lebar 8 meter dan panjang 28 meter tersebut, pemilik menginginkan garasi yang cukup lega.
Untuk mengakomodasinya, arsitek Dani Khasan menempatkan pintu utama di belakang. ”Jadi, habis gerbang itu garasi. Untuk mencapai pintu utama, kami bikin koridor di samping garasi,” ujar arsitek studio Access Architect itu.
Koridor itu memanjang hingga area servis di belakang garasi. Lalu, bertemu teras dengan taman yang memisahkan massa bangunan garasi dan ruang keluarga. Hunian di kawasan Semarang Timur itu tidak memiliki ruang tamu. ”Pemilik jarang menerima tamu. Jadi, langsung ruang keluarga yang dibuat open plan dengan ruang makan dan pantri,” ungkap Dani.
VIEW LEGA: Area dalam J House menerapkan konsep open plan. Dengan pintu sliding kaca, penghuni mendapat pemandangan full taman di kedua sisinya. (Mario Wibowo via Access Architect)
Interiornya berkesan luas dengan banyaknya bukaan dan penggunaan material transparan seperti pintu sliding kaca. Penghuni mendapat pemandangan full taman dari sisi depan dan belakang. Kontras dengan fasadnya yang tertutup.
Fasad rumah minimalis modern itu mengadopsi bentuk kotak dengan pagar tinggi. Dinding aciannya diberi aksen tali air supaya tidak terlalu polos. ”Tali air juga berfungsi mengurangi retak rambut di acian tersebut,” imbuh Dani.
Secara tampilan, dinding yang kokoh dan tertutup menciptakan kesan elegan dan modern. Di samping itu, memberikan privasi dari jalanan luar. Namun, di dalam, Dani memastikan semua ruangan mendapat pencahayaan dan penghawaan alami. ”Hal itu diimplementasikan dengan bukaan lebar dan skylight di atas tangga,” lanjutnya.
Tangga berada sejajar dengan teras. Menjadi jembatan yang menghubungkan massa bangunan depan dan belakang. Di lantai 2, bangunan belakang difungsikan sebagai kamar anak, sedangkan master bedroom berada di massa bangunan depan.
Bata roster pada teras yang menerus hingga tangga menjadi penerangan tambahan yang memperkuat kesan terbuka. (lai/c19/nor)
---
J House
HIDDEN LIGHTING: Pencahayaan warm banyak diaplikasikan pada J House. Termasuk di area taman. (Mario Wibowo via Access Architect)
---

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
