Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 April 2023 | 20.40 WIB

Geser Fasad Tiga Puluh Derajat untuk Hunian Makin Estetik dan Privasi Yang Lebih Terjaga

PENUHI KEBUTUHAN RUANG: Denah awal yang berbentuk H lantas digeser 30 derajat sehingga ruang keluarga bisa diakses dari seluruh ruangan. Bentuk fasad mengikuti sehingga tampak miring. - Image

PENUHI KEBUTUHAN RUANG: Denah awal yang berbentuk H lantas digeser 30 derajat sehingga ruang keluarga bisa diakses dari seluruh ruangan. Bentuk fasad mengikuti sehingga tampak miring.

Hunian bernama W House karya firma arsitektur Studio Entitas ini punya statement tersendiri yang mencuri perhatian. Yakni, membuat fasad yang tampak miring. Desain itu lebih dari estetika belaka.

SEJAK awal, pemilik rumah menginginkan rumah dengan empat kamar yang berorientasi pada ruang keluarga. Karena itu, arsitek Andhika Nugraha Siregar mencoba membuat denah berbentuk huruf H dengan ruang keluarga atau ruang komunal sebagai penghubung. Namun, konsep tersebut kurang disukai lantaran ruang keluarga tak bisa mengakses ruang-ruang lainnya.

Oleh karena itu, dengan denah H tersebut, Andhika mencoba menggeser sedikit arah bangunannya. Yaitu, dimiringkan 30 derajat. Dengan cara sederhana itu, ruang keluarga jadi bisa diakses oleh seluruh ruangan, termasuk ruang makan. ’’Jadi, kalau mereka lagi kumpul di tengah, semua kamar bahkan ruang makan bisa terlihat. Bisa juga melihat ke taman tengah dan belakang,’’ kata Andhika kepada Jawa Pos pekan lalu.

Photo

Dengan demikian, bentuk fasadnya tinggal mengikuti. Rumah yang terletak di kawasan Ringroad, Medan, itu terlihat begitu masif dari luar. Minim pembukaan dan tertutup berkat material dinding yang dilapisi semen kamprot. Andhika sengaja melakukan itu untuk privasi dan keamanan. Lalu, bagian paling depan merupakan area servis seperti gudang dan kamar asisten rumah tangga yang tak begitu memerlukan bukaan menghadap depan (jalan).

Area entrance atau pintu utama ’’tersembunyi’’ di bagian yang lebih belakang atau bisa dikatakan sebagai area samping jika dilihat dari jalan. Di balik pintu itu tidak langsung area privat, melainkan ruang tamu berupa teras semiterbuka. Setelah itu, baru menuju ke area utama rumah. ’’Jadi, ada dua akses. Bisa dari area servis atau dari pintu utama. Dengan begitu, tidak saling mengganggu,’’ papar Andhika.

Area rumah utama dan area servis, kata Andhika, seperti dua massa bangunan yang dijadikan satu. Menariknya, meski tampak masif dari depan, rumah itu dipenuhi cahaya matahari alami di dalamnya.

Hal itu berkat banyaknya taman yang ditempatkan di antara ruang yang mendukung halaman depan dan belakang. Misalnya, inner courtyard yang ’’diselipkan’’ di antara ruang makan dan ruang beribadah. Meski kecil, inner courtyard itu mampu memberi nuansa segar pada ruangan sekaligus menjadi tempat bertukarnya udara. ’’Juga memberi kesempatan cahaya untuk bergerak bebas,’’ terang Andhika. (adn/c18/nor)

Photo

---

HIGHLIGHTS

SATU LANTAI, TAPI MENONJOL

W House hanya terdiri atas satu lantai. Namun, rumah itu terlihat tinggi dari luar. Langit-langitnya pun terhitung standar, yakni 3,2 meter. Bangunan rumah terlihat tinggi karena dinding fasadnya menyembunyikan atap genting di baliknya.

TAMAN MIRING

Photo

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore