Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Mei 2024 | 20.05 WIB

Menerapkan Konsep Tropical Resort di NG House, Dari Living Space ke Nature Space Ada Transisi Halus

FOCAL POINT: Kolam renang dan taman belakang menjadi "jantung" NG House. Setiap ruangan mendapatkan view ke area ini. - Image

FOCAL POINT: Kolam renang dan taman belakang menjadi "jantung" NG House. Setiap ruangan mendapatkan view ke area ini.

Rumah semiresor di kawasan BSD ini memiliki dua sisi kontras. Fasad depan cenderung tertutup, ”fasad” belakang lebih terbuka. Ruangan-ruangannya dikondisikan menghadap view taman belakang yang menjadi focal point.

SEBAGAI proyek renovasi, arsitek Andrew Marzuki Gohte mendesain ulang bangunan existing untuk mendapatkan tampilan baru. Fasad depan dibuat solid dengan material dinding kulit batu. Pada lantai 2, dominasi secondary skin dari kayu menyatukan fasad secara keseluruhan sekaligus menciptakan privasi.

Namun, udara dan cahaya tetap dapat akses masuk dari celah-celahnya. ”Sebaliknya, fasad bagian belakang kami buat lebih transparan dengan banyak bukaan untuk memaksimalkan view kolam renang dan taman,” ujar arsitek Gohte Architects tersebut.

Sekat pintu kaca geser menipiskan batas antara ruang dalam dan taman belakang. Transisi dari living space atau ruangan dalam ke nature space (outdoor) terasa halus. Kesan menyatu didukung dengan pemakaian material kulit batu yang menyambung dari dinding dalam ke luar. ”Dengan begitu, area living, dining, dan pantri menjadi ruang yang fluid, luas, dan nyaman untuk keluarga berkumpul sambil menikmati view area taman,” bebernya.

VIBE HANGAT: Material kayu pada interior memberikan kesan hangat. Antara lain pada sisi tangga, kamar tidur, serta bench di lantai 2.

Area dining dan pantri tersusun dari langit-langit kayu dengan ketinggian lebih rendah dibandingkan dengan area living. Hal itu menciptakan suasana intim nan hangat. ”Fungsi void pada living room memaksimalkan penetrasi cahaya ke dalam rumah dan view ke arah taman,” lanjut Andrew.

Permainan skala dan proporsi ruang juga membuat ruangan lebih dinamis. Dari bench di lantai 2, penghuni tetap dapat terhubung dengan area living, dining, dan pantri di lantai 1. Jendela kaca yang tinggi juga memberikan akses pemandangan ke arah kolam dan taman.

”Keberadaan void sekaligus menjawab kebutuhan pencahayaan alami dan sirkulasi udara. Kami tambahkan bukaan-bukaan di setiap sisi agar terjadi cross-ventilation,” jelasnya. Agar ruangan tetap terasa sejuk, digunakan kisi-kisi kayu sebagai plafon kanopi kaca dan kantilever sebagai shading ruangan.

Penataan layout NG House terbagi menjadi tiga zonasi. Sisi barat difungsikan sebagai area servis. ”Sisi tengah untuk ruang publik seperti living, dining, dan pantri. Sedangkan sisi timur lebih privat, yaitu kamar-kamar tidur,” sambungnya. (lai/c19/nor)

VIBE HANGAT: Material kayu pada interior memberikan kesan hangat. Antara lain pada sisi tangga, kamar tidur, serta bench di lantai 2.

---

NG House

VIBE HANGAT: Material kayu pada interior memberikan kesan hangat. Antara lain pada sisi tangga, kamar tidur, serta bench di lantai 2.

  • Arsitek: Andrew Marzuki Gohte (Gohte Architects)
  • Luas lahan: 384 meter persegi
  • Luas bangunan: 343 meter persegi
  • Lama pembangunan: 1,5 tahun
  • Lokasi: Giri Loka, BSD, Tangerang

---

HIGHLIGHT

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore