Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 April 2023 | 23.30 WIB

Dominasi Material Ekspos Di Ruma: Fasad Masif, Bagian Dalam Penuh Kejutan

SIRKULASI OPTIMAL: Meski dari luar tampak masif, rumah ini punya banyak bukaan pada sisi dalam. Termasuk di kamar tidur utama. - Image

SIRKULASI OPTIMAL: Meski dari luar tampak masif, rumah ini punya banyak bukaan pada sisi dalam. Termasuk di kamar tidur utama.

Di Ruma, sebuah proyek hunian rancangan SAE Studio, dibangun di atas lahan 5 x 22 meter. Bentuk lahan yang memanjang rupanya cukup cocok untuk pemilik rumah yang merupakan pasangan muda dengan kepribadian cenderung introver. Kendati demikian, rumah tersebut jauh dari kesan sempit.

INTERAKSI dengan sekitar dibuat cukup minim pada rumah ini. Oleh karena itu, tampak depan Di Ruma terlihat cenderung tertutup. Tidak ada jendela besar yang menghadap ke depan. Bahkan fasad lantai 2 pun berupa dinding utuh yang dipadukan dengan roster sebagai tempat sirkulasi udara dan cahaya.

’’Fasad rumah yang menghadap barat dibuat lebih tertutup, karena selain untuk menjaga intensitas matahari sore yang masuk, rumah ini adalah tentang orientasi ke dalam,’’ kata Risa Guntari, founder dan principal designer SAE Studio.

Meski terlihat cukup masif dari luar, Di Ruma tak kekurangan udara dan sinar matahari. Salah satunya adalah menerapkan inner courtyard dan backyard berupa taman kering yang low-maintenance. Backyard itu juga bisa menjadi area extension ruang multifungsi tadi. ’’Sedangkan inner courtyard tersebut meloloskan cahaya dari atas dan benar-benar menciptakan cross ventilation melalui jendela dapur,’’ terang Risa.

SIRKULASI OPTIMAL: Meski dari luar tampak masif, rumah ini punya banyak bukaan pada sisi dalam. Termasuk di kamar tidur utama.

Selain itu, inner courtyard membuat tangga menjadi lebih terang meskipun terletak di area yang cenderung melorong. Dengan demikian, tidak ada satu pun jendela yang menghadap ke bagian depan rumah. ’’Kalau tidak ke inner courtyard, ya pasti menghadap taman belakang,” katanya.

Penerapan inner courtyard itu tadi juga merupakan bentuk concern terhadap sequence of surprises pada rumah ini. ’’Kalau dari depan kan masif banget. Ketika orang kali pertama masuk, mereka tidak tahu apa yang bisa diekspektasi dari rumah ini, jadi seperti ada kejutan yang berlapis,’’ terangnya.

Penerapan lainnya adalah membuat permainan level lantai yang bertujuan memberikan perspektif berbeda seiring perjalanan dari ruang ke ruang. Perbedaan level itu juga mempertegas zonasi, tetapi tetap menghubungkan ruang secara visual.

’’Kita bisa menciptakan kesan-kesan tersendiri karena rumah tinggal itu kan berbeda dengan tempat yang baru kita datangi. Rumah ini kita temui sehari-hari. Jadi dibuat sequence agar tidak bosan. Meski sudah tinggal bertahun-tahun, tetap ada faktor-faktor unpredictable yang mengejutkan itu tadi,” pungkasnya.

Rumah ini hampir seluruhnya menggunakan material ekspos. Risa sengaja membiarkan tekstur asli dari material untuk memberikan karakter ke bangunan dan memberi kesan apa adanya. Misalnya, semen aci tanpa cat, dinding kamprot yang teksturnya dibiarkan sedemikian rupa, hingga batu bata ekspos yang menghiasi area inner courtyard.

Pemilihan material yang demikian terbukti mampu menekan bujet dan sesuai dengan keinginan pemilik. Menariknya, material ekspos itu memberikan keindahan tersendiri. Terutama semen aci pada dinding dan lantai yang justru menciptakan gradasi warna abu-abu yang natural. ’’Belang-belang itu justru menjadi letak seninya,” pungkasnya. (adn/c12/nor)

---

HIGHLIGHT

KAMAR MANDI NUANSA LIBURAN

Photo

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore