
GEDUNG TINGGAL: Tampak depan bangunan yang tinggi dan cenderung tertutup. Lengkung besi juga ditampilkan pada fasad. (Foto: FLO Arsitektur)
Pemilik rumah menginginkan bangunan berarsitektur modern dengan menerapkan prinsip-prinsip fengsui pada hunian. Maka, struktur dan desainnya pun terasa personal, dikonsep secara matang.
PENDEKATAN fengsui pada rumah tinggal didasarkan pada data-data pribadi penghuni rumah. Misalnya, jam, tanggal, bulan, dan tahun lahir. Kemudian, hal itu disesuaikan dengan pendekatan secara topografi.
Contohnya, rumah di kawasan Sunter, Jakarta Utara, ini. Project tersebut merupakan rancangan Lie Sauw Tjin, arsitek yang mengusung konsep psikologi neo fengsui. ’’Fengsui juga mempertimbangkan di mana lokasi rumah itu, dalam artian ada sungai, gunung, atau tidak. Lalu, topografi naik turunnya,’’ papar Lie ketika dihubungi pekan lalu.
Tampak luar, rumah tersebut terlihat kokoh dan cenderung tertutup. Jendela dan bukaan tidak begitu mendominasi seperti desain bangunan masa kini yang cenderung didominasi material kaca. Hal itu rupanya juga merupakan perwujudan pendekatan tersebut.
Photo
VIBES HANGAT: Interior rumah didominasi warna putih dengan sentuhan kayu. (Foto: FLO Arsitektur)
Rumah itu menghadap ke utara, yang mana angin dari arah depan akan berembus kencang sekitar 3–4 bulan. Lalu, ditambah iklim tropis di Indonesia yang membuat sinar matahari bersinar terang hampir di sepanjang tahun.
’’Jendela ada hitungannya. Bagaimana kita membuat bagian dalam rumah tetap terang, tapi tidak panas. Jangan sampai bukaan terlalu lebar, tapi untuk duduk saja tidak nyaman pada area tertentu karena besarnya angin dan sinar matahari,’’ terangnya.
Salah satu hal yang paling mencuri perhatian dari rumah tersebut adalah adanya tiang besi melengkung pada lantai 2 dan 3. Lie menuturkan, penempatan tiang besi itu menjadi perwujudan bahwa pemilik rumah bekerja di bidang logam. ’’Supaya energi besi ini terpancar dan mendukung kehidupan pekerjaan owner,’’ kata Lie. Besi itu tidak hanya berdiri sebagai ornamen, tapi juga struktur.
Photo
VIBES HANGAT: Interior rumah didominasi warna putih dengan sentuhan kayu. (Foto: FLO Arsitektur)
Lie menegaskan, fengsui dan struktur tersebut sama-sama penting. ’’Perbandingannya, 50:50. Tidak boleh ada yang dikorbankan,’’ ujarnya. Karena itu, peletakannya pun sangat dipikirkan dengan matang. Besi tersebut menjadi kolom yang menyangga beban cor di atasnya. Lantai 2 memiliki dua tiang besi. Sedangkan lantai 3 memiliki enam tiang besi. Jumlah besi itu pun tidak hanya dihitung berdasar kebutuhan struktur, tapi juga ilmu numerologi yang didalami Lie.
Dua tiang itu menyimbolkan keselarasan antara semua penghuni rumah dan masyarakat luas. Sedangkan enam tiang besi melambangkan kelancaran rezeki. ’’Uang memang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang. Dengan uang, kita bisa melakukan banyak hal baik,’’ kata Lie.
---
HIGHLIGHTS
GEDUNG TINGGAL
Photo
GEDUNG TINGGAL: Tampak depan bangunan yang tinggi dan cenderung tertutup. Lengkung besi juga ditampilkan pada fasad. (Foto: FLO Arsitektur)
Lie menyebut rumah itu sebagai gedung tinggal karena bentuknya yang tinggi dan megah serta multifungsi. Tidak hanya sebagai tempat untuk tidur dan menjalani aktivitas sehari-hari, tapi juga tempat berkumpul.
RUANGAN LUAS
Photo
VIBES HANGAT: Interior rumah didominasi warna putih dengan sentuhan kayu. (Foto: FLO Arsitektur)
Pemilik rumah senang membuat acara ngumpul, terutama saat perayaan Tahun Baru Imlek. Karena itu, dibuatlah ruangan-ruangan besar sebagai tempat berkumpul tersebut. Baik indoor maupun semi-outdoor. Misalnya, teras yang dinaungi tiang-tiang besi.
BATASAN AREA
Area privat dan semiprivat diberi batasan yang jelas. Lantai 1 terdiri atas ruang tamu, dapur, ruang makan, dan kamar tamu. Kemudian, area privat ada di lantai 2. Area servis ditempatkan pada lantai paling bawah, semibasemen.
---
Photo
Foto: FLO Arsitektur)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
