ILUSTRASI: Brainout. (Freepik)
JawaPos.com - Dalam dekade terakhir, cara manusia mengonsumsi informasi telah berubah secara fundamental. Hal itu dipengaruhi oleh platform video pendek seperti TikTok maupun Shorts pada Youtube. Dominasi video berdurasi pendek ini menimbulkan kekhawatiran besar, mulai dari dampak sosial hingga isu geopolitik.
Dilansir The Interpreter dalam Lowy Institute, platform video pendek seperti TikTok dianggap bukan hanya sekadar aplikasi hiburan, tetapi juga sebagai ancaman geopolitik. Pemerintah di Amerika Serikat dan Eropa khawatir bahwa data pengguna dapat disadap oleh pemerintah Tiongkok dan digunakan untuk kepentingan intelijen. Kekhawatiran ini telah memicu tekanan politik yang meningkat dan perdebatan tentang larangan total platform di beberapa negara.
Selain isu geopolitik, dampak sosial yang serius dari kehadiran video pendek, baik dari TikTok maupun Short di Youtube. Para ahli khawatir bahwa konten yang sangat singkat dan cepat dapat merusak rentang perhatian (attention span) penggunanya, terutama generasi muda.
Baca Juga: 8 Efek Terlalu Banyak Menonton Video Pendek di Media Sosial yang Tidak Disadari dalam Keseharian
Paparan terus-menerus pada konten yang memicu "lonjakan" emosional ini dapat melemahkan kemampuan seseorang untuk fokus pada tugas yang lebih kompleks dan membutuhkan pemikiran mendalam.
Penelitian menunjukkan otak menjadi terbiasa dengan gratifikasi instan, sehingga kehilangan kesabaran untuk konten yang lebih lambat atau menantang secara kognitif. Atau yang biasa disebut brainrot.
Begitu juga dengan lanskap digital telah menjadi medan pertempuran bagi para politisi untuk memenangkan suara pemilih muda. Namun, di saat yang sama penyebaran disinformasi dan hoaks melalui format video pendek yang cepat menyebar menjadi masalah serius yang dapat memengaruhi opini publik dan bahkan hasil pemilu.
Sementara itu, penelitian "Intentional news avoidance on short-form video platforms: a moderated mediation model of psychological reactance and relative entertainment motivation" yang dilansir nature.com menganalisis lebih dalam mengenai perilaku pengguna.
Berdasarkan studi terhadap 523 pengguna aktif Douyin (versi Tiongkok dari TikTok), ditemukan bahwa individu memiliki kecenderungan untuk melakukan penghindaran berita yang disengaja (intentional news avoidance).
Penelitian ini menjelaskan penghindaran berita dipicu oleh reaktansi psikologis atau sebuah respons negatif yang muncul ketika pengguna merasa kebebasan mereka untuk memilih konten terancam oleh algoritma. Ketika algoritma mendorong konten berita yang dianggap berkualitas rendah, tidak relevan, atau tidak sesuai dengan preferensi mereka, pengguna akan merasa terganggu. Hal ini memicu keinginan untuk menolak dan menghindari berita tersebut.
Studi itu juga menemukan bahwa motivasi hiburan relatif (relative entertainment motivation) memainkan peran penting. Pengguna dengan motivasi hiburan yang lebih tinggi daripada motivasi mencari informasi akan menunjukkan reaktansi psikologis yang lebih kuat terhadap berita yang tidak diinginkan dan cenderung lebih aktif menghindari konten berita. Namun, penelitian ini juga mengindikasikan bahwa jika kualitas berita dianggap tinggi, reaktansi psikologis dan penghindaran berita dapat berkurang, terutama bagi mereka yang memiliki motivasi hiburan tinggi.
Terlepas dari kekhawatiran yang ada, TikTok telah menjadi alat yang kuat untuk gerakan sosial, memungkinkan kaum muda di seluruh dunia untuk menyuarakan protes dan mengampanyekan isu-isu penting.
Di satu sisi, video pendek menawarkan kemudahan akses informasi dan hiburan, tetapi juga membawa risiko besar terhadap keamanan, kognisi, kesehatan mental, dan kualitas diskursus publik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
