Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Oktober 2024 | 20.28 WIB

11 Risiko Menggunakan Dating Apps, Pertimbangkan Lagi Sebelum Memakai karena Bisa Berdampak Pada Mental Health

Ilustrasi perempuan sedang menggunakan dating apps (Pexels/Artem Podrez)

JawaPos.com – Di era digital seperti saat ini, aplikasi kencan atau dating apps telah banyak merevolusi cara orang terhubung dan menjalin hubungan.

Meskipun platform ini menawarkan kenyamanan dan aksesibilitas, mereka juga memiliki risiko kesehatan mental yang signifikan.

Korelasi tersebut dapat disebabkan oleh semua penolakan, perbandingan, pencarian validasi, dan banyaknya pilihan dan pesan yang mungkin Anda terima

Di sisi lain, seorang terapis berlisensi Alo Johnston, mengatakan bahwa Salah satu alasan besar di balik rasa frustasi ini adalah karena banyak pengguna yang tidak mengerti dengan jelas mengapa mereka menggunakan aplikasi ini.

Melansir Wondermind, beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa menggunakan aplikasi kencan berbasis online dikaitkan dengan tingkat kecemasan, depresi, dan tekanan emosional yang lebih tinggi daripada yang kita lihat pada orang yang tidak menggunakannya, menurut sebuah penelitian di Australia pada tahun 2020.

Meskipun demikian, ada juga kemungkinan bahwa orang-orang yang tertarik pada aplikasi ini mungkin sudah memiliki kecenderungan anti sosial, cemas, depresi, atau tertekan, menurut penelitian tersebut.

Hal itu tampaknya masuk akal karena, jika Anda tidak suka mendekati orang secara langsung, Anda mungkin akan lebih mudah melakukannya secara online.

Salah satu pakar hubungan percintaan dari India, Jeevika Sharma, menyoroti beberapa alasan mengapa aplikasi kencan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental, serta menekankan pentingnya pendekatan yang seimbang dan penuh kesadaran terhadap kencan online.

Melansir News18 pada Selasa, (1/10), ini merupakan tantangan yang harus dihadapi yang bisa berdampak pada mental health.

  1. Seringnya menerima penolakan

Salah satu masalah yang paling menonjol dengan aplikasi kencan adalah frekuensi penolakan. Terus-menerus menghadapi penolakan dapat menyebabkan perasaan rendah diri, keraguan diri, dan kecemasan.

Bagi banyak pengguna, pengalaman berulang kali diabaikan atau ditolak dapat mempertipis harga diri, sehingga sulit untuk mempertahankan citra diri yang positif.

  1. Harapan yang tidak realistis

Aplikasi kencan sering kali menampilkan profil yang telah diedit sedemikian rupa, di mana pengguna menampilkan versi terbaik dari diri mereka.

Hal ini dapat menciptakan ekspektasi yang tidak tinggi, yang berujung pada kekecewaan ketika interaksi di dunia nyata tidak sesuai dengan persona online yang diidealkan.

Selain itu, kehadiran profil palsu dan penipuan di platform ini dapat memperumit pengalaman pengguna, sehingga penting bagi pengguna untuk tetap waspada.

  1. Objektifikasi dan dehumanisasi

Menilai seorang individu dimulai dari sekadar profil dan gambar dapat menumbuhkan budaya objektifikasi.

Dehumanisasi ini menghilangkan kompleksitas dan sifat asli pasangan, yang mengarah pada penilaian yang dangkal hanya berdasarkan penampilan fisik atau biografi singkat. Hasilnya adalah berkurangnya rasa empati dan pengertian dalam proses kencan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore