
Platform Omegle Tutup Usai 14 Tahun Beroperasi (Doc/Omegle)
JawaPos.com — Situs obrolan online, Omegle telah resmi ditutup usai beroperasi selama 14 tahun.
Hal itu disebabkan karena pendiri dari Omegle mengalami tekanan finansial dan psikologis.
Diluncurkan pada tahun 2009, layanan gratis ini memberikan fitur pengguna secara acak untuk mengobrol secara anonim dalam sesi tatap muka.
Fitur tersebut dibuat dengan tujuan untuk menghubungkan orang asing dengan lainnya, secara online dengan premis dasar untuk bertemu orang baru.
Jika pengguna tidak ingin lagi berbicara dengan lawan bicaranya, mereka cukup mengakhiri obrolan dan beralih ke orang baru selanjutnya.
Perusahaan tersebut membagikan berita penutupannya pada hari Rabu (8/11) disertai dengan gambar batu nisan yang menandai meninggalnya Omegle, 2009 hingga 2023.
Dilansir melalui laman 7news.com.au, pada kamis (9/11), Pendiri Omegle, Leif K-Brooks mengatakan terlalu sulit untuk mengatasi penyalahgunaan platform.
“Dalam beberapa tahun terakhir, sepertinya seluruh dunia menjadi lebih kejam, apa pun alasannya, masyarakat menjadi lebih cepat menyerang dan lebih lambat mengenali rasa kemanusiaan satu sama lain,” kata K-Brooks.
“Salah satu aspek dari hal ini adalah rentetan serangan terus-menerus terhadap layanan komunikasi, termasuk Omegle, berdasarkan perilaku sekelompok pengguna yang jahat.” Imbuhnya.
K-Brooks menggambarkan Omegle sebagai target serangan langsung, sehingga tidak lagi berkelanjutan dalam mempertahankan layanannya.
“Meskipun saya berharap keadaannya berbeda, tekanan dan biaya yang harus dikeluarkan untuk perjuangan ini ditambah dengan tekanan dan biaya yang ada untuk mengoperasikan Omegle, dan memerangi penyalahgunaannya terlalu besar,” katanya.
Pengoperasian Omegle tidak lagi berkelanjutan, baik secara finansial maupun psikologis.
“Sejujurnya, saya tidak ingin terkena serangan jantung di usia 30-an.” Ucap K-Brooks.
K-Brooks menciptakan platform tersebut ketika seorang remaja berusia 18 tahun tinggal di kamar tidurnya di Vermont pada tahun 2009 dan mengatakan bahwa dia tidak pernah membayangkan platform tersebut akan tumbuh sebesar itu.
“Selama bertahun-tahun, orang-orang menggunakan Omegle untuk menjelajahi budaya asing, untuk mendapatkan nasihat tentang kehidupan mereka dari pihak ketiga yang tidak memihak dan untuk membantu meringankan perasaan kesepian dan isolasi,” katanya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
