
Ilustrasi - Kejahatan siber. (ANTARA/Shutterstock/pri.)
JawaPos.com - Masyarakat di era digital dewasa ini kerap menghadapi modus kejahatan yang datang secara tidak terduga. Semakin maju zaman, lanskap kejahatan finansial ternyata juga terus berkembang karena sebagian besar masyarakat dan pelaku bisnis kini sudah melakukan transaksi secara digital dalam menggerakkan roda ekonomi.
Riset Bank Indonesia terkait kejahatan keuangan dalam pembayaran digital mengungkapkan bahwa nilai transaksi perbankan digital pada tahun 2022 meningkat sebesar 28,72% dibandingkan tahun sebelumnya dengan mencapai angka Rp 52.545,8 triliun.
Menyikapi hal ini, bank digital yang melayani segmen ritel dan UMKM, Amar Bank hari ini meluncurkan fitur tabungan Brankas di aplikasi mereka. Brankas merupakan sebuah mobile-only intelligent bank yang dirancang sebagai solusi konkret mengatasi kekhawatiran masyarakat yang semakin meningkat terkait kejahatan finansial dan skema rekayasa sosial.
Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian dalam keterangan tertulis yang diterima mengatakan bahwa fitur ini didukung didukung oleh Artificial Intelligence (AI) untuk perlindungan berlapis.
Vishal Tulsian, President Director Amar Bank. (Dok. Amar Bank)
“Meskipun upaya terus dilakukan untuk mengedukasi nasabah tentang langkah-langkah perlindungan keamanan, namun nasabah masih sering kali menjadi korban kejahatan finansial. Oleh karena itu, langkah konkret perlu diambil agar nasabah dapat menjalankan hidup mereka dengan lebih tenang,” ujar Vishal.
“Survei yang kami lakukan menunjukkan bahwa dalam tiga bulan terakhir, sekitar 83% dari responden masih menerima pesan penipuan online, di mana satu dari tiga penerima pesan tersebut menjadi korban kejahatan finansial. Kami memiliki filosofi bahwa teknologi harus memberikan dampak positif dan memperbaiki kehidupan, dengan cepat meluncurkan fitur tabungan dengan tambahan lapisan proteksi. Aplikasi ini diharapkan dapat mengatasi kekhawatiran nasabah terhadap kejahatan finansial,” tambahnya.
Ia melanjutkan, dengan teknologi panggilan video berbasis AI, fitur ini diklaim bisa memberikan ketenangan bagi para nasabah dengan memberikan tempat yang aman bagi tabungan jangka panjang mereka. Fitur ini juga disesuaikan dengan karakter masing-masing nasabah, serta menambahkan lapisan perlindungan yang hanya dapat diakses oleh nasabah yang memiliki otoritas.
"Fitur tabungan ini diharapkan efektif mencegah nasabah dari berbagai bentuk kejahatan finansial termasuk risiko kehilangan dana akibat kehilangan kata sandi, pencurian ponsel, penyalahgunaan kartu debit, bahkan malware yang tak sengaja terpasang," katanya.
Vishal menuturkan, pihaknya juga menyediakan layanan keuangan digital yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat secara keseluruhan, terutama individu dan UMKM yang saat ini masih memiliki keterbatasan akses pada layanan keuangan.
"Inovasi berkelanjutan ini dilakukan untuk mendukung upaya pemerintah dalam memberantas kejahatan finansial. Dengan demikian, nasabah pun dapat melindungi aset finansial mereka secara efektif," tutupnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
