
Photo
JawaPos.com - Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, masyarakat cenderung membatasi pergerakan diri mereka agar tidak terpapar virus dari kerumunan atau orang yang mereka jumpai. Dalam mengakses fasilitas kesehatan (faskes), praktis kini banyak yang lebih memilih menggunakan platform daring untuk berobat atau berkonsultasi mengenai kesehatan mereka ketimbang pergi ke klinik, rumah sakit atau faskes konvensional lainnya.
Di Indonesia sendiri saat ini tercatat beberapa pemain platform kesehatan daring yang cukup kesohor. Ada nama-nama yang banyak digunakan misalnya Halodoc, Alodokter, AidoHealth, KlikDokter dan banyak lagi aplikasi sejenis.
Mulai menangkap peluang digital yang massif digunakan masyarakat di masa pandemi, layanan-layanan serupa juga kini banyak dihadirkan oleh penyelenggara faskes konvensional seperti aplikasi atau laman khusus oleh rumah sakit. Sama seperti aplikasi kesehatan lainnya, lewat sarana digital tersebut mereka berkonsultasi dengan pasien dan bahkan mendiagnosa tindakan.
Melihat ada celah yang menguntungkan dari tren tersebut, satu lagi aplikasi kesehatan daring muncul. Kali ini dari Telkomsel, operator seluler (opsel) pelat merah itu merilis aplikasi kesehatan daring bernama Fita.
Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam mengatakan, saat ini diperlukan peran aktif serta kolaborasi dari berbagai pihak untuk bersinergi untuk hadir berdampingan bersama masyarakat Indonesia untuk dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru, terutama di masa pandemi yang penuh tantangan dan masih berlangsung.
"Kami berharap hadirnya Fita akan membantu masyarakat menerapkan hidup sehat melalui ragam konten berkualitas dengan akses solusi berteknologi terkini serta mewujudkan bangsa Indonesia yang lebih sehat," ujarnya di jumpa pers daring pada Rabu (10/11).
Hendri melanjutkan, kehadiran Fita sendiri didasari oleh fakta yang menyebutkan bahwa sebagai negara berkembang, Indonesia kerap dihadapi oleh berbagai macam penyakit seperti hipertensi, kardiovaskular, diabetes, dan masyarakat yang masih terpaku pada pola hidup yang tidak sehat.
Dilansir dari Riskesdas tahun 2018, lebih dari 63 juta penduduk Indonesia menyandang Hipertensi, yang mana penyakit ini menjadi salah satu pintu masuk atau faktor risiko penyakit lainnya. Fakta lain mengemukakan, data dari Kementerian Kesehatan edisi Oktober 2020, Satgas Covid-19 menunjukkan bahwa dari 1488 pasien, 34,5 persen merupakan pasien penderita diabetes melitus.
Terlepas dari itu, pandemi Covid-19 turut mendorong tumbuhnya tingkat kewaspadaan masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Dalam kurun waktu waktu satu tahun terakhir ini, tren perbaikan pola hidup sehat semakin didorong melalui ragam program baik itu dari kementerian maupun pihak swasta.
Dalam kesempatan yang sama di peluncuran Fita, Chief Executive Officer Fita Reynazran Royono menjelaskan, aplikasi kesehatan Telemedicine sudah mulai ramai dan diminati masyarakat. Menurutnya, dengan aplikasi, jarak dan waktu bukan lagi penghalang untuk terhubung dengan layanan kesehatan.
"Namun saat ini belum banyak platform yang menekankan kontennya kepada pencegahan. Fita hadir untuk membantu masyarakat membangun kebiasaan baik, mendorong masyarakat untuk dapat menerapkan hidup lebih sehat, sehingga tidak mudah terserang penyakit sebagai bentuk pencegahan," jelasnya.
Aplikasi Fita sudah dapat dinikmati masyarakat sejak bulan Agustus 2021, dan antusiasme masyarakat terhadap konten yang dihadirkan Fita semakin tumbuh dengan lebih dari 350 ribu jumlah pengunduh.
Untuk mendaftar pada aplikasi Fita, pada tahap awal pengguna diwajibkan untuk menjawab beberapa pertanyaan terkait kondisi fisik dan healthy goal yang ingin mereka raih. Lalu, mereka akan diberikan daily task yang harus diselesaikan. Daily task ini bertujuan untuk membangun kebiasaan baik, agar terbentuk mindset yang merupakan langkah awal terciptanya pola hidup sehat.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
