
Ilustrasi TikTok saat ini dijadikan sebagai rujukan mencari informasi. (Search Engine Land)
JawaPos.com-Media sosial berdampak besar bagi kesehatan mental seseorang. Orang dewasa yang mengalami kebiasaan doom scrolling, yaitu terus menerus menelusuri konten negatif seperti berita buruk, konten tidak bermanfaat (brain rot), hoaks, hingga penipuan online dapat memicu rasa cemas dan kewalahan, terlebih lagi bagi anak-anak.
Melihat situasi ini, pemerintah Indonesia tengah membahas peraturan yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Di tengah konsumsi tinggi pada penggunaan media sosial ,terutama konten TikTok, ternyata platform ini telah menghadirkan fitur pembatasan waktu penggunaan aplikasi bagi anak-anak. Untuk akun yang dimiliki oleh pengguna di bawah usia 18 tahun, TikTok secara otomatis menetapkan batas waktu penggunaan selama 60 menit perhari.
Setelah batas waktu tercapai, pengguna harus memasukkan kata sandi untuk melanjutkan. Sementara bagi anak di bawah 13 tahun, orang tua harus mengatur dan memasukkan kata sandi agar anak bisa menambah waktu pemakaian aplikasi.
Orangtua bisa menggunakan fitur family pairing untuk menetapkan batas waktu penggunaan layar. Tiktok juga otomatis mematikan notifikasi setelah pukul 21.00 untuk anak usia 13-15 tahun dan pukul 22.00 untuk anak usia 16-17 tahun.
Langkah ini sepatutnya menjadi contoh bagi platform media sosial lain. Masih banyak ditemukan anak-anak yang membuat atau mengakses konten tidak sesuai usia di beberapa platform. Para pembuat aplikasi juga perlu ikut bertanggung jawab dengan memberikan waktu batas penggunaan otomatis bagi pengguna aplikasi bawah 18 tahun.
Meski ditujukan bagi remaja, sebenarnya pembatasan waktu ini juga bermanfaat bagi pengguna dari segala usia. Mengutip dari laman /www.verywellmind.com berikut cara membatasi penggunaan media sosial.
Cara membatasi penggunaan media sosial
Meskipun anda sudah menerapkan waktu layar harian dan ada peringatan “satu menit lagi”, tetap saja ada kemungkinan anda mengabaikannya. Beberapa cara efektif secara langsung untuk membatasi sosial media adalah mematikan notifikasi, menjauhkan gawai saat bekerja dan tidur, melakukan hobi, menikmati atau menghapus aplikasi.
Cara lain yang bisa dilakukan adalah saat mengalami depresi anda bisa menghapus Instagram, TikTok, Facebook, dan X agar berhenti doom scrolling. Tujuannya adalah supaya tidak membandingkan diri sendiri dengan kehidupan orang lain. Anda bisa mengganti waktu yang tersedia dengan memasak, membaca, atau berjalan kaki.
Saat anda merasa tertekan untuk memenuhi kehidupan yang sempurna, anda bisa menghapus akun sementara untuk menikmati privasi. Kecemasan anda bisa membaik dan merasa tidak perlu mempertontonkan kehidupan.
Putus kebiasaan membuka media sosial di pagi dan malam hari. Ganti waktu scrolling dengan membaca. Hindari penggunaan layar gawai saat tidur. paparan cahaya biru juga bisa mengganggu kualitas tidur karena stimulasi otak yang berlebihan.
Berdasarkan informasi dari laman support.tiktok.com, begini langkah-langkah untuk mengatur waktu layar harian dan fitur istirahat di TikTok:
Waktu layar harian
Waktu layar harian digunakan untuk mengelola seberapa lama anda menggunakan TikTok setiap hari. Anda bisa menetapkan batas waktu penggunaan layar. Untuk pengguna usia 13-17 tahun, batas waktu akan disetting otomatis maksimal 60 menit perhari.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
