
Close-up aplikasi TikTok di ponsel. (sumber: Solen Feyissa)
JawaPos.com - Platform video TikTok kini mendorong pengguna untuk memutar orientasi ponsel mereka menjadi horizontal dan membuat video berdurasi lebih panjang.
Terlihat bahwa TikTok memberikan insentif kepada para kreator konten untuk membagikan video horizontal dengan durasi lebih dari satu menit, seperti yang diungkapkan oleh kreator @candicedchap dan @kenlyealtumbiz, dilaporkan oleh The Verge pada hari Selasa (30/1).
TikTok berjanji untuk "mengoptimalkan" video-video ini dalam waktu 72 jam setelah diunggah.
Baca Juga: Ditjen Pajak Komentari TikTok Istri Ustaz Solmed: Memantau orang kaya
Para kreator yang telah aktif menggunakan TikTok selama lebih dari tiga bulan akan memenuhi syarat untuk mendapatkan peningkatan dalam jumlah viewer, asalkan video tersebut bukan iklan atau berasal dari partai politik.
Fenomena "YouTube-isasi" di TikTok telah berlangsung selama beberapa waktu. Saat ini, TikTok tengah melakukan uji coba untuk video berdurasi 30 menit, yang terjadi hanya beberapa bulan setelah meluncurkan opsi durasi video hingga 15 menit.
Secara umum, konten di YouTube cenderung memiliki durasi 10 menit atau lebih (seperti vlog "satu hari dalam kehidupanku") terutama untuk maksimalisasi pendapatan, berbeda dengan konten singkat yang menjadi ciri khas TikTok.
Baca Juga: Tren TikTok Foto di Sunan Ampel Surabaya dengan Caption Spill Jodoh Dinilai Mengganggu dan Meresahkan
Dilansir dari Antara News, Selasa (30/1), inisiatif ini bukan yang pertama kalinya TikTok mendorong para kreator untuk mengunggah konten lebih mirip dengan YouTube di platform mereka.
Melalui fitur baru bernama Series yang dilengkapi dengan Paywall, pengguna dapat membuat koleksi video dengan durasi hingga 20 menit, khusus untuk pelanggan berbayar.
Para kreator dapat menetapkan harga mulai dari 1 dolar Amerika Serikat (USD) hingga 190 USD atau sekitar Rp3 juta (kurs saat ini).
Baca Juga: Content Creator TikTok Menuai Banyak Pujian Usai Bagikan Makanan Kepada Anjing di Bali
Dengan adanya opsi video horizontal dan permintaan yang meningkat untuk konten berdurasi lebih panjang, para pembuat konten mungkin merasa tertarik untuk mengunggah konten mereka ke YouTube.
Meskipun YouTube, atau bahkan YouTube Shorts masih memberikan kompensasi yang lebih besar kepada kreator, praktik repost konten yang sama di berbagai platform sudah menjadi hal umum.
Di sisi lain, YouTube terus memperkenalkan berbagai fitur untuk memberikan pengalaman yang lebih mirip dengan TikTok.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
