
Ilustrasi: X, atau sebelumnya dikenal dengan Twitter.
JawaPos.com - Tahun 2023 tampaknya masih jadi tahun yang berat bagi X, atau yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter. Selain berbagai drama yang dilalui, X yang berganti nama dari sebelumnya Twitter di tahun ini juga terancam menghadapi kehilangan pendapatan yang signifikan karena penurunan pendapatan iklan.
Penurunan ini disebabkan oleh serangkaian kontroversi dan perubahan setelah akuisisi platform tersebut oleh Elon Musk. Hilangnya pengiklan telah menyebabkan penurunan pendapatan yang besar, dengan perkiraan menunjukkan penurunan sebesar USD 75 juta atau berkisar Rp 1,1 triliun lebih pada akhir tahun.
Menurut laporan The New York Times yang juga dimuat oleh Reuters, X mungkin mengalami kerugian hingga USD 75 juta pada akhir tahun ini. Hal ini tak lain dan tak bukan dikarenakan semakin banyak pengiklan yang menarik diri dari platform tersebut.
Sebelumnya, kepemilikan X oleh Elon Musk ditandai dengan perubahan dan kontroversi signifikan yang berujung pada penurunan pendapatan iklan. Tindakan Musk, termasuk memecat para eksekutif puncak, membatalkan kebijakan moderasi konten, dan mengaktifkan kembali akun-akun yang sebelumnya dilarang, telah membuat takut para pengiklan besar, sehingga mendorong banyak orang untuk menghentikan pengeluaran.
Penurunan pendapatan iklan sangat besar, dengan laporan menunjukkan penurunan pendapatan iklan sebesar 54 persen dan penurunan pendapatan iklan AS sebesar 60 persen. Penurunan ini disebabkan oleh kekhawatiran terhadap standar moderasi di platform.
Ada juga kekhawatiran mengenai kepemimpinan Musk, dan tekanan dari kelompok aktivis, seperti Liga Anti-Pencemaran Nama Baik, yang berkampanye melawan antisemitisme dan kefanatikan.
Dokumen internal yang dilihat oleh The New York Times mengungkapkan bahwa lebih dari 200 unit iklan perusahaan mungkin telah menghentikan sementara iklan mereka. Ini termasuk petinggi seperti Airbnb, Amazon, Coca-Cola, dan Microsoft.
Di sisi lain, Insider Intelligence juga memperkirakan bahwa X akan menghasilkan pendapatan iklan sebesar USD 1,89 miliar tahun ini. Jumlah ini turun 54 persen dibandingkan tahun 2022, dan terakhir kali pendapatan iklannya mendekati level ini pada tahun 2015.
Situasi keuangan platform ini tampak genting, dengan Musk menyatakan bahwa perusahaan tersebut telah kehilangan sekitar setengah dari pendapatan iklannya. Ia mengklaim perseroan terus menghadapi beban hutang yang besar.
Hilangnya pengiklan oleh X dan penurunan pendapatan iklan berdampak signifikan terhadap prospek keuangannya. Kontroversi dan perubahan menyusul kepemilikan Elon Musk telah menyebabkan penurunan pendapatan yang cukup besar.
Kini, platform ini menghadapi tantangan dalam mendapatkan kembali kepercayaan pengiklan dan menstabilkan aliran pendapatannya di tengah kontroversi dan perubahan yang sedang berlangsung.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
