
Christian Horner (Dok. AP News)
JawaPos.com - Setelah dua dekade memimpin Red Bull Racing, Christian Horner akhirnya dipecat secara mengejutkan pada Rabu (9/7). Di bawah komandonya, Red Bull menjelma menjadi kekuatan besar Formula 1 dengan dua era dominasi bersama Sebastian Vettel dan Max Verstappen.
Meski begitu sejumlah krisis internal terjadi, performa menurun, dan konflik tak terselesaikan menjadi pemicu kejatuhan sang team principal tersebut. Berikut 8 momen penting yang menggambarkan runtuhnya era Christian Horner di Red Bull, mengutip Yahoo Sports (10/7).
1. Investigasi Perilaku Tidak Senonoh (Februari 2024)
Masalah pertama muncul saat Horner dituduh melakukan perilaku tidak pantas terhadap seorang pegawai perempuan Red Bull. Meski begitu, suami Geri Halliwell tersebut membantah keras tuduhan ini dan hasil investigasi menyatakan Horner tidak bersalah, kasus tersebut mencoreng reputasinya dan mengganggu peluncuran mobil baru tim untuk musim 2024.
Penyelidikan ini menjadi titik awal dari badai yang mengguncang Red Bull, memperlihatkan bahwa stabilitas internal mulai terganggu di bawah kepemimpinannya.
2. Bocoran Dokumen Internal (Maret 2024)
Sekitar 24 jam setelah hasil investigasi dari kasus tersebut diumumkan, dua email anonim menyebarkan dokumen yang diklaim terkait dengan kasus tersebut. Dokumen itu dibagikan ke sekitar 100 orang dalam dunia F1, termasuk media dan staf tim.
Berkas-berkas yang diduga terkait dengan tuduhan terhadap Horner ini memperpanjang kontroversi, membuat kasus yang seharusnya ditutup kembali mencuat. Meski begitu, Red Bull tidak memastikan apakah dokumen itu asli atau palsu. Saat itu, Horner hanya memberi pernyataan bahwa ia tidak akan menanggapi spekulasi anonim.
3. Kepergian Adrian Newey (April 2024)
Langkah mengejutkan berikutnya datang dari Adrian Newey, desainer utama Red Bull yang mengumumkan pengunduran dirinya. Meski tidak secara langsung dikaitkan dengan kasus Horner, kepergian Newey hanya beberapa minggu setelah kontroversi ini memperdalam krisis tim.
Tak hanya Newey, direktur olahraga Jonathan Wheatley juga hengkang ke Sauber/Audi, mengindikasikan adanya eksodus figur penting dari dalam tim yang bermarkas di Milton Keynes tersebut.
4. McLaren Mulai Menyalip (Mei 2024)
Saat Red Bull sibuk menangani masalah internal, McLaren mengambil kesempatan dengan meluncurkan upgrade besar di Miami. Lando Norris langsung menang dan mengubah peta persaingan. Setelah jeda musim panas, McLaren merebut puncak klasemen konstruktor, menunjukkan bahwa Red Bull tak lagi dominan di trek.
5. Performa Sergio Perez Merosot (Juni 2024)
Perez memulai musim 2024 dengan baik, tapi performanya menurun drastis setelah pertengahan musim. Dalam 10 balapan setelah jeda, pembalap asal Mexico itu hanya mencetak 21 poin, dibandingkan dengan 160 poin milik Verstappen.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
