
Atlet angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan
JawaPos.com - Jelang menghadapi kejuaraan dunia angkat besi, Eko Yuli mengaku tidak melakukan persiapan khusus. Bahkan latihan yang dijalaninya terbilang sama dengan Asian Games 2018 lalu.
Pada dasarnya seluruh latihan yang dilakukan oleh atlet angkat besi terfokus untuk kompetisi Olimpiade Tokyo 2020 nanti. Sehingga persiapan untuk kejuaraan-kejuaraan sebelumnya relatif disetarakan
"Persiapan normal, enggak beda dengan Asian Games kemarin. Sebenarnya persiapan angkat besi kan tujuannya ke Olimpiade. Kalau untuk persiapan ke Asian Games, SEA Games, dan kejuaraan dunia itu normal," ujar Eko Yuli saat disambangi wartawan di Pelatnas Angkat Besi, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (22/10).
Eko menambahkan dirinya tidak langsung memforsir tubuhnya untuk latihan selepas dari kompetisi Asian Games. Justru dia menyempatkan diri untuk mengistirahatkan fisiknya.
"Kemarin sempat istirahat dua hingga tiga minggu, setelah itu mulai lagi. Ini paling baru dua bulan latihan. Tidak ada kendala sama sekali," jelasnya.
Langkah yang dilakukan Eko terbukti manjur. Perlahan dia dapat kembali beradaptasi dengan angkatan yang diperolehnya saat mengikuti Asian Games
"Angkatan sudah mulai pulih. Sekarang masih seperti Asian Games, snatch 140 Kg, clean and jerks 170 Kg," tambahnya.
Kendati demikan dia belum dapat memastikan secara penuh soal performanya. Sebab pada kejuaraan dunia nanti dia akan berada di kelas yang berbeda. Tercatat di Asian Games 2018 lalu, Eko Yuli turun di kelas 62 Kg. Sementara saat kejuaraan dunia nanti, dirinya akan tampil di kelas 61 Kg.
"Kita tak tahu nanti di pertandingan, karena saya kan turun satu kilo ke kelas 61 Kg, jadi belum tau performa saya bagaimana. Lawannya juga kan berubah juga kelasnya, jadi peta persaingannya berubah lagi," ungkap Eko.
Sebagai info, Kejuaraan Dunia Angkat Besi akan bergulir pada 1 hingga 10 November mendatang. Kompetisi itu diadakan di Ashgabat, Turkmenistan. Kejuaraan tersebut juga sekaligus sebagai ajang kualifkasi Olimpiade 2020, Tokyo.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
