Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Mei 2017 | 23.44 WIB

Mendalami Hari Pertama Fernando Alonso Naik IndyCar

SUPPORT LUAR BIASA: Fernando Alonso melakukan persiapan bersama tim kolaborasi McLaren dan Andretti Autosport sebelum melakukan debut naik IndyCar di Indianapolis Motor Speedway (3/5) WIB. - Image

SUPPORT LUAR BIASA: Fernando Alonso melakukan persiapan bersama tim kolaborasi McLaren dan Andretti Autosport sebelum melakukan debut naik IndyCar di Indianapolis Motor Speedway (3/5) WIB.


Debut Fernando Alonso naik IndyCar di Indianapolis Motor Speedway Rabu lalu (3/5) menjadi pusat perhatian dunia. Hari bersejarah itu terlihat sederhana, tapi support-nya luar biasa, plus Alonso sendiri sangat detail dalam mempersiapkan diri.





Ulasan AZRUL ANANDA





WALAU berusia 36 tahun dan punya pengalaman Formula 1 sejak 2001, Fernando Alonso kembali menjadi seorang rookie ketika memutuskan akan tampil di Indy 500 akhir Mei nanti.



Sebagai rookie, dia harus memenuhi syarat latihan, seperti ketika seorang pembalap ingin mendapatkan super license sebelum membalap di F1. Kalau di IndyCar, Alonso harus menjalani sesi orientasi, lulus ujian kecepatan dan konsistensi.



Rabu lalu (3/5), bersama tim kolaborasi McLaren dengan Andretti Autosport yang sama-sama di-support Honda, Alonso datang ke Indianapolis, AS, untuk menjalani proses persiapan menuju Indy 500.



Sehari sebelumnya, dia menjalani familiarisasi dengan menggunakan simulator. Baru Rabu dia turun ke lintasan dan berlatih sekaligus menjalani tes orientasi.



Debut Alonso itu menunjukkan betapa besarnya dukungan yang dia dapat plus membuktikan lagi kelas Alonso sebagai salah satu pembalap terbaik di dunia. Bahkan mungkin sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah.



Dari Andretti Autosport, dia punya ”pelatih” yang merupakan mantan juara Indy 500 asal Brasil, Gil de Ferran. Plus, dia dapat dukungan langsung dari tiga generasi Andretti yang legendaris itu.



Mario Andretti, 77, adalah juara Indy 500 1969 sekaligus juara dunia F1 1979. Untuk Alonso, Mario harus bangun pukul 03.00 pagi, lalu terbang ke Indianapolis untuk menyaksikan, memberi masukan-masukan, sekaligus menjadi komentator dalam tayangan livestream debut tersebut.



Michael Andretti, 54, putra Mario, adalah bos tim Andretti Autosport. Saat Indy 500 pada 28 Mei nanti, Michael sendiri yang akan menjadi chief strategist untuk Alonso. Bagi penggemar balap lama, Michael adalah salah satu pembalap paling sukses dalam sejarah IndyCar dan pernah tampil di F1 bersama Ayrton Senna di McLaren-Ford pada 1993 (sebelum digantikan Mika Hakkinen).



Marco Andretti, 30, putra Michael dan cucu Mario, adalah salah satu bintang utama IndyCar saat ini. Pagi itu Marco mendapat tugas ”memanasi” mobil, menyiapkan setelan paling aman dan nyaman, sebelum dikendarai Alonso.



Dengan demikian, Alonso bisa langsung berlatih tanpa pusing soal setelan dan lain sebagainya.



Cara menentukan setelan pun sangat metodikal. Pertama, Marco mencarikan setelan tercepat tapi masih dalam koridor aman. Baru kemudian mengubahnya lagi menjadi setelan paling aman untuk tes orientasi Alonso.



Nantinya, Alonso akan nyaman menjalani lap-lap perdananya sekaligus nyaman menuntaskan tes orientasinya. Nah, setelah lulus, mobil bertahap dikembalikan lagi ke setelan tercepat supaya Alonso bisa bebas menjajal limit kecepatan.



Marco lantas menemani di sisi lintasan, siap menjawab pertanyaan-pertanyaan apabila dibutuhkan. Dalam tayangan livestream, saat keluar dari mobil, salah satu pertanyaan Alonso kepada Marco adalah feeling setir saat menikung. Dia bertanya apakah normalnya begitu dan Marco menganggukkan kepala.

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore