
Lifter putra Indonesia Eko Yuli Irawan
JawaPos.com- Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PABBSI Alamsyah Wijaya menuturkan bahwa turunnya kelas angkatan untuk sederet jelas akan memperngaruhi performa para atlet. Namun penurunan ini diyakini dapat diatasi oleh para atlet, termasuk lifter putra andalan Eko Yuli Irawan.
Untuk diketahui, setelah Asian Games 2018, nomor angkatan cabang olahraga angkat berat mengalami perubahan. Untuk nomor angkatan yang awalnya 56 kg akan turun menjadi 55 kg, sedangkan untuk 77 kg menjadi 73 kg. Eko yang turun di nomor 62 kg pun harus kembali menyesuaikan diri setelah nomor andalannya itu disusutkan menjadi 61 kg.
Walau hanya turun 1 kg, Alamsyah menuturkan bahwa performa atlet tentunya akan ikut menurun karena bobot tubuh harus menyesuaikan dengan nomor angkatan yang diikuti.
"Pasti ada pengaruh, tapi sekarang kita sedang pikirkan bagaimana supaya performa para atlet tidak ikut turun karena hal ini," ujar Alamsyah saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (7/9).
Alamsyah menuturkan, Eko yang kini memiliki berat badan 65 kg pun mau tidak mau harus diturunkan dan dijaga lebih ketat supaya bisa menyesuaikan dengan angkatan 61 kg. Meski demikian, Alamsyah menuturkan bahwa berat badan Eko sekarang ini masih ada dalam titik aman.
"Tidak masalah. Sekarang bobot Eko itu tidak berada di posisi yang tinggi. Jadi kedepan harus jaga makanan dan harus melakukan recovery yang berkualitas," tutupnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
