
Gayung mandi yang digunakan Ani Musrifah memukuli Syaiful hingga berujung pada kematian.
JawaPos.com - Syaiful Anvar, 8, warga Dusun Tempur, Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, tewas dipukuli ibu kandungnya, Ani Musrifah, 32. Hasil otopsi, Syaiful meninggal dunia karena pendarahan di otak.
Kejadian tragis tersebut terjadi Selasa (19/6) petang. Siswa SDN Pagak 4 itu mengembuskan nafas terakhir di perjalanan menuju RSUD Kanjuruhan, Rabu (20/6) dini hari.
Sebelum meninggal dunia, korban sempat muntah tiga kali. Sulung dari dua bersaudara ini juga mengeluh pusing kepada Ani. Bahkan, kejang. Hingga akhirnya dibawa ke Puskesmas Bantur.
Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, menjelaskan, berdasarkan hasil otopsi, ditemukan beberapa luka di tubuh korban. Diantaranya, luka pada kaki, tulang kering, dada, punggung dan kepala.
"Meninggal dunia karena pendarahan di otak. Ada pendarahan di kepala, menyeluruh," kata Ujung di Mapolres Malang, Jumat (22/6).
Ujung menjelaskan, berdasarkan keterangan tersangka, dia memukuli korban dengan gayung serta tangan kosong.
Melihat luka yang ditemukan hampir di seluruh tubuh korban, bisa diperkirakan, ibu yang tempramen ini memukul anaknya secara membabi buta dan random alias acak.
Ujung juga menunjukkan gayung warna abu-abu yang dijadikan sebagai barang bukti. Gayung mandi itu sudah dalam kondisi patah pada gagangnya. Bagian lain sudah rusak parah, pecah bahkan tidak berbentuk.
Melihat kondisi gayung mandi yang sudah pecah dan tidak berbentuk, bisa dibayangkan bagaimana ibu dua anak itu menghajar anaknya hingga berakhir dengan kematian.
Mengenai pendarahan di otak, Ujung belum bisa memastikan penyebabnya. Pasalnya, hasil otopsi tidak menyebutkan benturan atau semacamnya.
Namun, polisi akan mengaitkan antara keterangan tersangka, hasil olah TKP dan juga keterangan saksi. Bisa jadi sebelum meninggal dunia korban juga jatuh dan kepalanya terbentur.
"Berdasarkan pengakuan tersangka, dia menggunakan tangan kosong dan gayung. Nanti akan kami dalami. Termasuk berapa kali dipukuli," kata Ujung.
Syaiful tewas usai dipukuli oleh ibunya. Kejadian pilu ini terjadi Selasa (19/6) petang. Pasalnya, korban mengambil uang Ani sebesar Rp 51 ribu. Sebagian, digunakan untuk membeli layangan, Rp 26 ribu.
Selasa malam, sekitar pukul 21.00, korban muntah sebanyak tiga kali dan mengeluh pusing. Kemudian, sempat terjatuh. Hingga akhirnya kejang.
Keluarga membawa korban ke Puskesmas Pagak. Kemudian, dirujuk ke RS Hasta. Karena peralatan kurang lengkap, Syaiful dirujuk ke RSUD Kanjuruhan, Kepanjen.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
