
Penumpang Bus yang tiba di Terminal Cicaheum Bandung melakukan pendataan penduduk, Bandung, Jumat (22/6).
JawaPos.com - Disdukcapil Kota Bandung menggelar operasi yustisi di Terminal Cicaheum dan Stasiun Kiaracondong, Bandung, Jumat (22/6). Operasi tersebut untuk mendata para pendatang yang masuk dan menetap sementara di wilayah Kota Bandung.
Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin mengatakan, pihaknya menggelar pendataan terhadap masyarakat yang masuk ke wilayah Kota Bandung. Operasi dilakukan di setiap daerah khususnya kota besar yang selalu menarik para pendatang untuk tinggal sementara. Baik melanjutkan pendidikan maupun bekerja.
"Pendataan ini sudah mulai berjalan di setiap tempat, saya sudah bicara banyak dengan aparat kewilayahan, Disdukcapil, Satpol PP untuk melaksanakan operasi tersebut. Karena beberapa hari yang lalu arus balik sudah berlangsung," kata Solihin, Kamis (21/6).
Setiap momen arus balik lebaran masyarakat Indonesia memiliki tradisi atau kebiasaan melakukan perantauan ke kota besar untuk sekolah, bekerja, maupun bisnis. Maka pemerintah daerah harus mendata untuk mengetahui jumlah pendatang yang tinggal sementara di Bandung.
Kepala Seksi Bidang Pendataan Penduduk Disdukcapil Kota Bandung, Nelis Suratminah menambahkan, pihaknya tidak melarang para pendatang untuk tinggal di Bandung. Namun harus ada izin terlebih dahulu dan terutama memiliki tujuan dan identitas.
"Tapi untuk Kota Bandung, kami sifatnya terbuka (tidak melarang pendatang) asalkan mereka punya keahlian. Paling penting punya identitas tempat asalnya," kata Nelis saat ditemui di Terminal Cicaheum, Bandung, Jumat (22/6).
Pantauan JawaPos.com di Terminal Cicaheum, para penumpang yang baru saja tiba dan turun dari bus langsung diarahkan ke pos pendataan. Puluhan penumpang diarahkan pihak kepolisian dan SatPol PP yang bertugas.
Para penumpang mengantri di depan pos pendataan dan diminta untuk menyerahkan KTP elektronik kepada petugas pendataan pendatang. Kemudian penumpang menunggu sampai namanya dipanggil petugas untuk melakukan pendataan satu per satu.
Namun, tidak semua di data. Bagi warga asli Bandung dan penumpang yang hanya transit bisa langsung melanjutkan ke tempat tujuan. Sedangkan yang tinggal dan akan menetap di Bandung harus didata dan diberi surat keterangan dari Disdukcapil.
"Untuk menegtahui pendatang dengan cara mendata, kalau memang tidak ada identitasnya sama sekali itu kita diarahkan untuk kembali ke tempat asalnya. Karena kalau di sini dan tidak punya pekerjaan atau tujuan dikhawatirnya terlantar. Ya lebih baik kembali," jelasnya.
Tak hanya mendata secara manual memakai surat keterangan dari Diadukcapil Bandung. Pemkot Bandung pun memiliki E-Punten, aplikasi mendata pendatang yang tinggal di Bandung.
"Kalau tidak melalui aplikasi, ya data manual. Bawa KK, KTP elektronik, Pengantar RT/RW tempat tinggal sementara, pas foto, kemudian diserahkan ke Disduk. Dari disduk akan dibuatkan kartu tanda tinggal sementara yang berlaku satu tahun," pungkasnya.
Untuk diketahui, saatt ini pihak Diadukcapil belum bisa menyebutkan angka atau jumlah pendatang yang masuk di wilayah Bandung. Namun berdasarkan data tahun 2017 peningkatannya hanya sebesar 0,006 persen. Sehingga diprediksi tahun ini pun tidak akan jauh berbeda.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
