
Ilustrasi BBM Berstandar Euro 4
JawaPos.com - PT Pertamina (Persero) terus mendorong pengembangan bahan bakar minyak (BBM) berstandar EURO IV dan EURO V. Namun, upaya menyediakan BBM premium apakah dinilai mengganggu strategi perseroan?
Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menilai hal itu tidak mengganggu. Pihaknya tetap menyediakan produk BBM lain yang dipasarkan Pertamina.
"Produk lain kan masih diperlukan, kemarin Pertamax juga peningkatannya tinggi. Jadi tetap demand ada," ujarnya saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (22/6).
Menurutnya, pengembangan BBM EURO IV dan V dilakukan lantaran kedepannnya seluruh kendaraan harus menggunakan bahan bakar jenis tersebut. "Karena kan kalau mobil-mobil baru, sekarang kan EURO IV kan minimal," tambahnya.
Sehingga, kebijakan penyediaan premium tidak akan mengganggu strategi perusahaan plat merah tersebut untuk mengembangkan EURO IV dan V. Terlebih lagi, saat ini kilang Pertamina yang memproduksi bahan bakar tersebut masih sedikit.
"Jadi nggak ada perubahan signifikan kebijakan premium. Itu kan tambahan ya, sedangkan kalau kita lihat kilang kita yang memproduksi EURO IV, EURO V masih sedikit.," tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
