Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Juni 2018 | 12.00 WIB

Berikut Negara-negara Favorit Tujuan Migran

Migran sering mencari negara yang dianggapnya lebih baik - Image

Migran sering mencari negara yang dianggapnya lebih baik

JawaPos.com - Laporan terbaru PBB pada Selasa, (19/6), menunjukkan total jumlah pengungsi yang tersebar di seluruh dunia hingga 2017 mencapai 68,5 juta orang. Seperti dilansir AFP pada Kamis, (21/6), Organisation for Economic Cooperation and Development atau OECD merilis Outlook Migrasi Internasional tahunannya yang mencakup daftar negara yang paling banyak dituju oleh para pencari suaka alias imigran.


Pertama adalah Amerika Serikat, yang sedang menghadapi kontroversi besar-besaran atas kebijakannya terkait pemisahan migran anak dan orangtuanya. Negara kedua adalah Jerman.


OECD mengatakan, Jerman yang menduduki peringkat teratas sejak 2013 mengalami penurunan 73 persen. "Krisis pengungsi telah meningkatkan kekhawatiran publik tentang potensi manfaat migrasi," kata Direktur Kerja OECD, Stefano Scarpetta dalam laporannya.

Jika negara ingin bekerjasama lebih baik dalam migrasi dan melindungi pengungsi, masalah ini harus ditangani. Trump telah menjanjikan pendekatan zero tolerance terhadap imigrasi, bersumpah bahwa Amerika tidak akan menjadi kamp migran.


Namun kebijakan memisahkan keluarga telah memicu keributan besar, dengan Demokrat yang telah mengunjungi fasilitas penahanan yang menggambarkan tangisan anak-anak Amerika Tengah yang ditahan dalam tempat yang mirip dengan kandang.


PBB dan Amnesty International telah mengecam praktik pemisahan yang dilakukan Trump hingga akhirnya terpaksa ia menghentikan praktik kejam tersebut.


Eropa telah menyaksikan ratusan ribu migran tiba di perahu-perahu yang rapuh sejak 2015. OECD memperingatkan pemerintah untuk mencarikan pekerjaan bagi para pengungsi muda.


Namun ada risiko yang memicu sentimen antimigran atas kegagalan migran untuk berintegrasi. Pria berusia muda dengan pendidikan rendah sulit beradaptasi di Eropa.


Di Jerman diperkirakan migran dapat membengkakkan jumlah pengangguran sekitar enam persen pada akhir 2020. Peringatan itu muncul ketika ketegangan soal migrasi jadi sorotan dalam politik Eropa, tidak terkecuali di Jerman.


Kanselir Angela Merkel menyerukan pendekatan yang lebih keras. "Laki-laki muda berpendidikan rendah paling banyak di antara pengungsi."


Negara-negara Eropa masih meributkan bagaimana menangani kedatangan migran itu sendiri, seperti yang ditunjukkan oleh Italia dan penolakan Malta baru-baru ini untuk mengambil 630 migran di atas kapal penyelamat Aquarius.

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore