
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar cerita pengalamannya jalani Lebaran di AS
JawaPos.com - Hari Raya Idul Fitri menjadi momentum bagi umat muslim di Indonesia untuk merayakan keberhasilan mereka setelah berpuasa selama 29 hari. Tidak hanya sebagai hari kemenangan, perayaan lebaran juga selalu punya cerita tersendiri.
Hal itulah yang juga dirasakan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar. Pria kelahiran Padang, Sumatera Barat, 47 tahun silam ini punya kisahnya saat merayakan momen lebaran.
Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini memang banyak menghabiskan karirnya di luar negeri. Baru pada 2016, Arcandra bisa menikmati momen lebaran di negaranya setelah menjadi bagian dari kabinet kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).
Baginya, merayakan lebaran di luar negeri atau Amerika Serikat (AS) dengan di Indonesia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sebagai contoh di AS, sebagai negara yang populasi muslimnya sangat kecil, merayakan lebaran tentu tidak semeriah di Indonesia. Namun, karena kehadiran beberapa komunitas muslim yang juga merantau maupun menetap disana, lebaran menjadi lebih bermakna.
"Di sana, Houston, ada komunitas cukup besar, lebarannya terasa. Tapi kalau disini (Indonesia) lebaran terasa panjang sekali. Selain liburannya banyak, terus yang dikunjungi banyak, yang datang juga banyak. Ya ada lebih dan kurangnya. Yang lebihnya rasa persaudaraan bahwa kita punya saudara lebih banyak dibanding saat merantau," tuturnya kepada JawaPos.com, belum lama ini.
Pria yang juga pernah menjabat sebagai Menteri ESDM ini juga mengenang momen lebarannya di Negeri Paman Sam. Di sana, para pekerja hanya menikmati libur lebaran selama 6 jam saja. Baginya, hal itu menjadi pengalaman menarik sebagai seorang anak rantau.
"Kalau disini (Indonesia) kan baru (tahun) kedua disini. Di Amerika, lebaran itu paling libur jam-jaman. Hari itu kita 6 jam libur, habis itu masuk kerja lagi. Kecuali ambil libur, kalau enggak ya masuk kerja lagi," katanya.
Terlepas dari itu semua, Arcandra menilai momen lebaran juga harus dimaknai dengan baik bagi umat muslim. Pertama, perayaan Idul Fitri harus dijadikan momentum untuk mempererat persaudaraan melalui silaturahmi.
Kedua, lebaran juga harus dimaknai sebagai momen untuk memperbaiki diri setelah selama satu bulan penuh menahan hawa nafsu. "Karena sudah di training selama satu bulan," ucapnya.
Dia pun berharap momen lebaran pada tahun ini dan tahun seterusnya bisa terus membawa kebahagian dan momen perbaikan diri bagi umat muslim.
"Ketiga, lebaran itu agar kita bisa tidak lebih baik hanya dari sisi akhlak saja tapi juga ibadah. Kalau tahun sebelumnya kurang, tahun depan harus lebih baik lagi," tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
