Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Juni 2018 | 19.21 WIB

Kesedihan Jandia Eka Putra Tak Bisa Rayakan Lebaran di Padang

Jandia Eka Putra tidak mudik ke Padang dan merayakan Lebaran di Semarang - Image

Jandia Eka Putra tidak mudik ke Padang dan merayakan Lebaran di Semarang

JawaPos.com - Jandia Eka Putra, penjaga gawang PSIS Semarang memang baru saja pindah membela skuad PSIS Semarang di Liga 1 2018. Namun siapa sangka, kepindahannya tersebut menghadirkan pilu bagi pria berusia 30 tahun itu, terutama dalam merayakan Hari Raya Lebaran tahun ini.


Jadwal padat di Liga 1 2018 membuat Jandia tak memiliki banyak waktu untuk mudik ke kampung halamannya di Padang, Sumatra Barat. Waktu libur yang terbatas, membuatnya harus berbesar hati dan pasrah merayakan Lebaran bersama keluarga kecilnya di Semarang.


"Kalau mau pulang, jatuhnya nanggung. Habis di jalan waktunya, karena libur juga cuma dikasih sampai tanggal 20 Juni 2018," ujarnya ketika ditemui JawaPos.com di mess PSIS Semarang beberapa waktu lalu.


Terasa sedih lantaran ini menjadi momen pertama bagi pria jangkung itu merayakan Lebaran tak bersama keluarga besarnya. Karena seperti diketahui, Jandia sendiri sebelumnya telah lama berkarir di tim tanah kelahirannya, yakni PSP Padang dan Semen Padang.


"Dahulu dari mess sama rumah dekat, Labaran pasti ngumpul tuh semua sama keluarga besar yang jumlahnya kalau ditaruh di satu mesjid, pasti penuh itu bangunan," lanjutnya dengan logat khasnya.


Padahal, mudiknya Jandia menjadi yang selalu ditunggu keluarga besar. Dia bercerita bahwa dirinya cucu paling tua di antara sanak saudaranya.


"Saya yang paling besar. Jadi kalau adik-adik, keponakan itu pas Lebaran saya yang ibaratnya momong. Saya membuat kegiatan, ngelawak, main, yang lain ngikut. Baru habis itu bagi-bagi THR," sambung bapak dua anak tersebut sambil terkekeh.


Tradisi keluarga pada saat momen Lebaran tahun ini pun terpaksa harus absen. "Biasanya sebelum silaturahmi itu ziarah, ke makam eyang, mendiang bapak juga. Sedih intinya nggak bisa ngejalanin itu semua di tahun ini," ujarnya lagi.


Jandia mengaku bahwa Idul Fitri kali ini ia menjadi seorang pemain satu-satunya yang merayakan Idul Fitri di mess. Seluruh rekan-rekannya kembali ke tanah asal masing-masing, menyisakan Ibrahim Conteh, midfielder PSIS asli Sierra Leone.


"Benar-benar sendiri di sini. Untung ada istri sama anak," imbuhnya.


Tak mau meratapi tak bisa mudik, Jandia berujar bakal memanfaatkan liburan kali ini bersama anak dan istri tercinta. Memang diakuinya belum ada rencana apa yang akan dilakukan menghabiskan waktu rehat. Yang jelas keluarga baginya tetap yang utama.


Pasalnya, dia mengatakan waktu seperti ini menjadi kesempatan emas bagi para penggawa PSIS. Sekadar informasi, anak-anak asuhan pelatih Vincenzo Alberto Annese selama berlaga di musim Liga 1 tahun ini, selalu menjalani laga home di Stadion Moch. Soebroto, Magelang. Lantaran stadion kebanggaan mereka, Jatidiri masih dalam proses renovasi.


Beruntung, kesepiannya mungkin bisa sedikit terobati dengan adanya rencana keluarga yang hendak mengunjunginya pada tanggal 25 Juni 2018 besok. Jandia mengaku juga berusaha tak mau terlalu mengambil pusing tentang merayakan Lebaran tanpa keluarga besar.


"Saling mengucapkan selamat via video call. Soal THR, tinggal transfer," tutup Jandia Eka.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore