Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Juni 2018 | 03.14 WIB

Satu Jam, 4.439 Kendaraan dari Surabaya Masuk ke Malang

Ilustrasi: Kondisi simpang empat Karanglo, didominasi oleh kendaraan dari arah Surabaya. - Image

Ilustrasi: Kondisi simpang empat Karanglo, didominasi oleh kendaraan dari arah Surabaya.

JawaPos.com - Arus lalu lintas dari arah Surabaya menuju Malang, terpantau padat, Senin (11/6). Data Satlantas Polres Malang menyebutkan, selama satu jam total ada 4.439 kendaraan yang masuk dari Surabaya menuju Malang.


Rinciannya, 2.754 unit kendaraan roda dua. Kemudian, 1.436 roda empat. Mobil penumpang umum (MPU) sebanyak 118 unit. Selanjutnya ada 56 unit truk dan 75 unit bus yang masuk dari arah Surabaya menuju Malang.


Kendaraan ini kemudian terpecah dan masuk ke tol fungsional Malang Pandaan pintu Sumberwuni. Selanjutnya, titik pecah kendaraan ada di simpang empat Karanglo, Singosari.


Di simpang empat Karanglo, kendaraan tersebut terpecah menuju arah Kota Batu dan Kota Malang.


Angka ini jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan kendaraan dari arah Malang menuju Surabaya. Masih berdasarkan data yang dipaparkan oleh Satlantas Polres Malang, total ada 2.797 kendaraan yang keluar Malang dari pintu Lawang.


Rinciannya, 1.748 unit motor, 859 mobil, 102 MPU. Selanjutnya, ada 35 unit truk serta 53 unit bus.


"Memang lebih banyak yang masuk ke Malang. Tapi nanti arahnya beda-beda," kata Kanit Turjawali Polres Malang, Ipda Ahmad Taufik, kepada JawaPos.com.


Taufik menjelaskan, dengan dioperasikan secara fungsional tol Malang Pandaan, mampu mengurai kemacetan. Setidaknya, ada 110 kendaraan yang memanfaatkan tol ini dalam kurun waktu satu jam.


Namun, lanjut Taufik, masih ada kekurangan. Masyarakat kurang mengerti bahwa saat ini, sejak dibukanya tol tersebut, bagi kendaraan dari arah Surabaya menuju Malang, harus berhenti di simpang empat Karanglo, sesuai dengan traffic light.


"Karena nantinya, dari tol menuju Batu, akan dibuka. Sehingga mencegah kecelakaan, traffic light diatur dengan arah lurus harus ikuti isyarat lampu," katanya.


Taufik menambahkan, puncak arus mudik diprediksi terjadi Selasa (12/6) hingga Kamis (14/6).


"Jam padat itu siang sekitar pukul 12.00 hingga menjelang Maghrib," tegasnya.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore