
Plt General Manager PT Angkasa Pura Cabang Bandara Ahmad Yani, Indah Preastuty saat dijumpai wartawan di kawasan terminal penumpang Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Minggu (10/6).
JawaPos.com - Belum genap sepekan pengoperasian terminal penumpang barunya, pelayanan bandara Internasional Ahmad Yani Semarang dikeluhkan warga. Kali ini, kritikan datang dari penumpang yang mengeluhkan pelayanan taksi bandara.
Kritik lebih tepatnya disampaikan lewat sosial media twitter oleh sejumlah akun. Namun, satu yang menjelaskan secara rinci dan membuat temuan mencuat pada akun @hallo_dimas. Akun ini mengisahkan pengalaman kurang menyenangkan yang dialaminya usai mendarat dari penerbangan. Cuitan ini sendiri dikirimkan pada Sabtu (9/6) pukul 00.33 Wib.
"Barusan dapet pengalaman gak enak di bandara a yani yg baru. Jadi ceritanya flight gue baru landing sekitar jam 22.30. Terus antri ambil bagasi sampe sekitar jam 23.00. Karena gue baru sekali ini turun di bandara a yani, gue belum tau tentang mekanisme pemesanan taksi di bandara," tulisnya.
Cuitan berlanjut ke kolom komentar, dimana singkat cerita akun tersebut membeberkan pelayanan counter taksi tempat pengambilan nomor jemputan yang sudah tutup, hingga mengularnya antrean di pangkalan.
Akun tersebut pada akhirnya memesan layanan taksi bluebird dari luar bandara. Namun, masalah baginya tak berhenti sampai di situ.
"Long story short, taksi pesenan gue dateng. Dan pas lewat pangkalan taksi bandara, tiba2 ada mas2 yg berdiri ngalangin jalan sambil geleng2 kepala teriak 'KELUAR'. Istri gue bilang 'udah pak di dalem aja, jangan keluar'. Si mas2 ini tetep nyuruh supir gue keluar," tulis akun @hallo_dimas itu lagi.
Ia mengisahkan bahwa setelah itu terjadi cekcok. Dimana berujung pada disitanya STNK milik sopir taksi penjemput akun @hallo_dimas. Sang sopir pun, menurut apa yang dicuitkan pada akun tersebut, menyebut bahwa orang yang meminta penumpang tadi turun dari mobil adalah oknum aparat. Alias pihak dari penyedia layananan angkutan dalam bandara.
"Sayang lho bandara udah bagus, fasilitas udah nyaman tapi masih ada luka lama yg belum juga sembuh sampe sekarang. Semoga pemerintah bisa segera mengambil jalan tengah atas persoalan ini. Saya masih tetap mau berhusnuzon kepada pemerintah," tandasnya.
Adapun akun lain yang sempat menandai akun instagram @aslisemarang. Dengan menyertakan tagar #bandaraahmadyanisemarang, menuliskan bahwa dibutuhkan waktu dua jam menunggu taksi layanan bandara.
Menanggapi beberapa keluhan tersebut, Plt General Manager PT Angkasa Pura Cabang Bandara Ahmad Yani, Indah Preastuty mengatakan, sebenarnya kasus tersebut terjadi lantaran murni ada miskomunikasi. Antara pihaknya dengan pengelola taksi bandara, yang walau tak disebutkan olehnya, namun kemungkinan adalah Primkopad, milik Koperasi TNI AD.
Ia menengarai, pihak yang disebut oknum aparat tadi oleh akun @hallo_dimas tadi, nekad mencegat taksi pesanan lantaran menghendaki para penumpang untuk menggunakan angkutan layanannya mereka. Padahal, Indah berujar, pihaknya selalu mengizinkan taksi luar bandara masuk dan menjemput penumpang manakala angkutan di bandara kekurangan armada.
"Kejadian kemarin itu sebenarnya pascahujan. Kalau hujan itu di mal pun ya menghilang ya taksi. Nah, ada miss di situ bahwa taksinya tidak siap ada tambahan penumpang di belakang. Ada delay begitu," ucap Indah ketika ditemui di kawasan terminal penumpang Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Minggu (10/6).
Ia menyebut pada saat itu banyak angkutan taksi dari pengelola angkutan bandara telah pulang terlebih dahulu. Tanpa mengetahui informasi adanya delay maupun extend. "Ya karena sudah malam dan hujan, kemungkinan mereka itu nganter penumpang dan tidak kembali lagi. Harusnya jangan pulang dulu," sambungnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya kasus serupa, Indah mengaku pihaknya telah berkoordinasi ulang dengan para pengelola angkutan taksi bandara. Selain itu, juga menempatkan counter pengambilan antrean taksi di luar guna mencegah para penumpang kebingungan. "Jadi mungkin masih harus penyesuaian ya (terminal baru), mungkin pada bingung tempatnya," imbuhnya.
Dikatakannya, ada pula petugas tambahan yang per hari ini berjaga untuk membantu para penumpang. "Dengan Dishub juga sudah ada evaluasi, masalah, zona maupun argo pasti nanti ke sana. Tinggal tunggu waktu," tuturnya.
Ia berharap, ke depannya tak ada lagi penumpang kerepotan mencari taksi angkutan maupun terlantar lantaran ketidaktersediaan armada di dalam bandara. "Jadi moga-moga, kekurangan kami kemarin bisa diperbaiki, kita akan sosialisasikan lagi dengan pengelola taksi karena bagaimanapun penumpang itu customer-nya kita," tandasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
